Oleh: Redo Rizaldi | Juni 25, 2016

Kisah Klasik Kampung Negeri


Ade waktunye ana balek…😉

Insya Allah niat hati membangun kampung negeri

Mudah2an ade jalan dan dukungan kawan

Makenye tetap terus memantau ape kemao’an orang di tempat kite.

jumat, 13:47 24 Juni 2016

 

Pernyataan di atas ini saye kutip dari isi pesan bbm dulor saye yg agik merantau belasan taon di jawe. Luar biase, menggelitik, karne ini mengingatkan dirik saye sepuluh tahun yang lalu ketika masih di jawa juga, punya semangat serta ide dan visi yang sama. Boleh percaya atau pon tidak.
Berada jaoh dari kampung negeri ini terkadang memberikan perspektif yang luar biasa istimewa. Saat itu terasa begitu  peka dan peduli dan merasa mampu untuk berbuat sesuatu yang terbaik buat kampung negeri. melihat dari jauh membuatnya terlihat, entah lah…….begitu mudah?

Sampai saya mudik, pulang dan kembali menjejakkan kaki ke tanah kelahiran saya ini. Segala keangkuhan saya sirna, seluruh ilmu dan wawasan yang saya bawa dari Jawa menjadi sia-sia, dibenturkan oleh kenyataan yang ada di kampung negeri ini, bahwa sungguh, semua itu menjadi berbeda ketika saya berada di dalam kampung ngeri ini.

Saya lupa, sungguh lupa. Seperti apa orang-orang di kampung negeri ini, karakternya, budayanya, sistemnya, sampai saya benar-benar berhadapan langsung dengan semua itu.

Waktu itu saya hanya anak yang sombong angkuh dengan segala keideliasan yang sesat bin majnun dengan kemampuan dan pengalaman nol besar. Sekarang, tidak ada sebetik pon isi kampong negeri ini yang bisa saya ubah. Tidak usah jauh-jauh, memberantas narkoba disepanjang jalan saya tinggal saja saya ternyata hanya omong kosong belaka.

Sekarang setelah sekian lama kemudian membaca mimpi yang sama seperti milik saya sepuluh tahun yang lalu membuat saya tertawa, bukan hanya kepada dulor saye di jawa tentu saja, tapi kepada diri saya sendiri, tertawa kepada begitu naifnya manusia akan isi saripati dunia.

Tapi dulor saye ini beberapa ratus jauh lebih maju ketimbang saya sepuluh tahun yang lalu, lebih berusia jadi tentu saja lebih dewasa dan insya Allah lebih bijaksana. pengalamannya dalam membangun kota tempat ia tinggal tidak perlu diragukan, kalau benar bisa diwujudkan di kampung negeri ini, maka akan istimewa. setidaknya untuk dadd fookin yellow useless bridge!!!

Jadi kalau ia benar suatu saat ingin kembali hendak membangun kampung negeri ini, itu akan sangat luar biasa. Saya akan sangat sangat mendukung siapapun yang mampu dan mau berbuat untuk kampung negeri ini di atas kepentingan pribadi. Siapa pun itu!

Hanya saja pesan dari saya yang masih gagal ini, semua itu tidak akan mudah, percayalah.

Bahkan tidak semudah saya menyampaikan hal ini.

Dan saya buatkan catatan khusus untuk sekeping visi dulor ini, agar dulor tidak lupak ketika benar pulang kesini, bangun lah kampung negeri ini.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: