Oleh: Redo Rizaldi | Juni 26, 2015

“Teman”


Seringkali ketika ditanya oleh teman-teman (ini akan kontradiksi) di warung kopi atau di perbincangan tak jelas di malam hari, “do, apakah kamu memiliki teman?” “Tidak, saya tidak punya teman”

Almarhum bapak ketika menjabat menjadi anggota hewan yang terhormat karena mencoba menjadi anjing penjaga di antara kawanan serigala malah disembelih dan dijadikan domba oleh kawanan itu. Sebelum menjabat hanya mengenal arak dan lonang, begitu menjabat dan mendapat banyak teman dikenalkan dengan inex, xtc, sabu dan teman-teman lainnnya. Oleh kawanan yang mengaku teman bagi beliau, yang selalu bisa bilang, “Tenang saja pak co, saya yang traktir” “Kalau ada apa-apa pak co, biar saya yang maju”

Lalu lah untuk pertama kalinya saya melihat beliau ketika ke jogja untuk alasan studi banding dan sekaligus menjenguk anak sulung kesayangannya ini, menggeleng-gelengkan kepala tanpa henti seperti mendengarkan musik yang tidak terdengar sama sekali oleh saya tentu saja. Saya sudah paham sejauh mana beliau tercebur.

Lalu lah tidak beberapa lama kemudian dia tertangkap di salah satu ruangan kafe oleh pihak berwajib dengan tuduhan tentu saja penyalahgunaan nafza yang di kemudian hari hebatnya tidak terbukti.

Beliau hendak menjadi anjing penjaga, mencoba mengusik jatah-jatah besar milik koleganya, tentu saja sekawanan srigala tidak setuju, mereka melihat beliau sama srigalanya dengan mereka, sama menjijikannya., akhirnya beliau disembelih menjadi domba, oleh mereka yang mengaku “teman”

Lalu lah di  acara perpisahan terakhir masa jabatan beliau, setelah memasang spanduk bertuliskan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Ketapang, mengundang artis dangdut I.S.A yang belakangan ini tertangkap karena kasus yang tentu saja narkoba serta satu artis tersohor lagi dari band besar jaman dulu, mereka menikmati sabu di kamar itu.

artis-artis itu adalah ‘teman’ beliau.

yang kesemuanya, ketika beliau tidak lagi menjabat, lenyap tak berbekas, dan beliau sendirian, jatuh.

Menyisakan trauma pribadi bagi anak sulung kesayangannya ini.

Jadi sampai saat ini ketika saya ditanya apakah saya memiliki teman? Saya selalu otomatis menjawab, TIDAK.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: