Oleh: Redo Rizaldi | Mei 1, 2015

Awas Ada Abi !!!


sulley-monsters-inc_078138

Empat bulan sudah kurang lebih saya menganggur, hanya makan, tidur, hangout, hidup dari duit isteri yang luar biasa tabah mendapatkan suami ajaib seperti ini. Mau marah kepada siapa? Kalau tidak kepada diri sendiri? Berusaha? Nah itu dia seluruhnya mendadak terhenti, kucuran modal, panggilan kerja, gunungan emas yang nampak, mendadak sirna dan tak terdaki, sungguh! Ah sudah lah, mau mengeluh lebih buanyak dari ini juga sudah jenuh, kite ganti topik ajah yah.

Jadi dari masa empat bulan ini, yang paling nampak berubah adalah pola tidur, sekarang sebagaiamana pun saya berusaha untuk tidur awal dan bangun pagi, tidak terjadi. saya bisa tidur jam tujuh, delapan atau sembilan malam untuk tiga jam kemudian terbangun dengan mata seterang-terangnya tanpa bisa ditutup kembali, kalau pun saya memutuskan untuk tidak tidur awal dan berharap lewat tengah malam sedikit mata ini lelah dan mengantuk, itu juga tidak terjadi.

Jadinya saya tidur jam empat atau lima pagi, puji syukur beberapa minggu terakhir ada liga champion sama liga spanyol menemani, tahajud? bleh! jauh, di jarak terdekat Tuhan yang katanya sedang turun ke bumi ini, saya merasa jauuh.

Saya akan tidur pagi lalu bangun jam 9-10 pagi kalo tidak berhasil sampai target pukul 12 siang. Nyenyakkah? Jelas tidak. jam-jam tidur saya justru disaat aktivitas rumah yang sekaligud tempat penitipan anak beroperasi. Ada sembilan orang anak, beberapanya bayi yang hanya bisa tidur dan menangis, beberapa lagi yang doyan teriak-teriak, nangis-nangis ngga jelas ketika jatuh sendiri waktu berlari-lari, beberapa lagi berteriak memekik berebut mainan, oh Tuhan pekerjaan isteri ku, ia sungguh luar biasa bisa tahan dengan semua itu. Salut !!

Sedangkan saya yang merasa sangat sangat sangat terganggu tidurnya semula hanya bisa berteriak nyaring dengan suara bass saya untuk meminta mereka diam, dan mereka benar-benar dalam sekejap bisa diam. Tidak ada teriakan, tangisan, rengekan, semua asli senyap.

Semula hanya sekali-sekali saya lakukan kalau teriakan dan rengekan mereka sudah keliwat annoying  tapi lama kelamaan ternyata sosok saya menjadi senjata rahasia paling ampuh bagi isteri dan para pengasuh lainnya apabila ada anak yang mulai bertingkah.

“Awas ada abi!” atau, “Nanti panggilkan abi ye!” Untuk membuat anak-anak yang menangis jadi seketika diam, bahkan si Aziz yang paling bandel sekali pun.

Saya pun semakin mendalami peran, ketika sudah bangun namun got nothing to do, sibuk dengan gadget membaca status di facebook tidak jelas, meracau dengan komentar tak tentu rudu, crot sana crot sini, apabila memanggil saya sampai tiga kali di hadapan anak-anak yang sedang bertingkah tidak lagi ampuh, maka seperti jin yang keluar dari botolnya, saya akan keluar kamar biasanya bertelanjang dada, berkacak pinggang melotot dengan mata sipit saya sambil berseru dengan suara yang diseram-seramkan. “Siapa yang menangis ini?!” “Siapa yang dorong temannya, hah?!” “Mau abi bawa masuk ke dalam kamar kah?!” Seolah kamar itu sebuah sarang raksasa pemakan anak-anak. Kalau tidak berhasil juga, saya akan gendong anak yang menangis itu, saya bawa masuk ke dalam kamar, saya matikan lampu, terus saya gendong dan suruh diam sampai ia benar-benar diam. maka ia akan ketakutan dan diam. Dengan isyarat yang hanya diketahui oleh mereka saya menerka bahwa mereka menyanggupi untuk tidak menangis atau melakukan hal-hal yang aneh-aneh lagi kalau saya keluarkan dari kamar.

Sementara anak-anak lain, teman-temannya menunggu di luar kamar di depan pintu penuh dnegan imajinasinya diapakan kah sama si raksasa abi di dalam kamar itu. Imej itu pada akhirnya tanpa bisa dikendalikan melekat di diri ini, Abi si raksasa teror bagi anak-anak.

Contoh-Cerita-Rakyat-Timun-Mas

Saya pun pasrah diberi peran antagonis, sebagai raksasa, buto ijo, monster. selama itu bisa meringankan sedikit stress isteri dan para asistennya melayani segala jenis permintaan dan tingkah laku anak-anak dari pagi hingga sore hari, saya sih terima saja.

Maunya isteri saya sih berujar lembut dan kasih sayang memberi pengertian kepada anak yang berebut mainan, meminta paksa makanan teman, menangis tidak karuan hanya karena disenggol teman, ternyata tidak semudah itu, belum selesai satu menangis, satunya lagi bikin masalah.

Saya menjadi solusi paling efektif untuk menenangnkan suasana, seburuk apa pun cara yang saya lakukan nampaknya.

tapi insya Allah dilandasi oleh doa dan kasih sayang, insyaaaaa Allaaaah !!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: