Oleh: Redo Rizaldi | Desember 29, 2014

2014 Saya (What a Year…)


10265489_10204532494806626_2129154637245270678_o

Sudah beberapa tahun sebenarnya absen untuk membuat tulisan di akhir tahun masehi, bukan tidak berkeinginan, tapi selalu berakhir urung diterbitkan dan dibuang ke tempat sampah. Alasan sebenarnya sederhana, tidak banyak yang bisa diceritakan di tahun-tahun sebelumnya itu. Bagaimana dengan kali ini? Banyak yang menarik? untuk detik ketika saya menulis ini sih iya….tidak tahu begitu saya selesai dan membacanya ulang ha ha. yang pasti ini menyenangkan untuk saya,  tapi juga sama sekali, tidak penting untuk siapa pun.

Kita mulai dari bulan Januari, yang susah untuk dilupakan, untuk pertama kalinya, setelah rindu dan dendam yang tertahan selama 10 tahun, saya mengikuti kompetisi Kejuaraan Daerah (Kejurda) pencak silat di kota Mempawah, Kalimantan Barat. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan! Melawan lawan yang berbobot 115kg, lebih berat 20Kg dari saya waktu itu, luar biasa! Mendapatkan medali perunggu setelah sekali menang dan sekali kalah membuat saya benar-benar ketagihan.

TYFD

Itu yang membuat saya semakin giat berlatih untuk mengikuti PORPROV di kota Pontianak. Saya bahkan sempat berhasil menurunkan bobot tubuh hingga 10Kg lebih. (Tapi setelah 1 bulan puasa ramadhan dan lebaran, semuanya sia2 :(( ) Sekali menang WO lalu kalah kemudian oleh lawan yang lebih muda namun juga lebih berpengalaman.

Setelah disibukkan dengan dunia pencak silat, Jiwa saya sebagai atlit membara, lalu mencoba menularkannya ke anak-anak didik saya di SMK Al Haudl Ketapang yang memiliki hobi di bidang bola voli. Meski saya sama sekali bodoh dan buta soal permainan ini, saya korbankan waktu untuk menemani mereka berlatih hingga 3 bulan lebih, berharap pada sebuah kompetisi prestisiuis yang diadakan oleh salah satu sekolah negeri bisa meraih prestasi, atau paling tidak meraih kemenangan sekali seumur hidup mereka, tapi saya gagal. ternyata tidak semudah itu membentuk sebuah tim yang memiliki mental pemenang, terlebih saya sendiri memang belum juga benar-benar memiliki mental tersebut.

IMG-20140913-00889

10710710_349784871864974_6747359737192367897_n

Setelah selesai dengan itu, saya juga bersemangat menemani salah satu anak didik yang mengikuti kompetisi debat bahasa Inggris yang kebetulan waktu itu mata pelajaran yang saya ampu. Sungguh diluar dugaan, dengan tekad serta kemauan, anak didik saya itu berhasil masuk ke final, meski kemudian kalah dan hanya meraih juara kedua, tapi itu sendiri sudah jauh melampaui harapan.
2nd winner
Sayang pada akhirnya saya memutuskan pada akhir tahun ini untuk meninggalkan mereka semua. Dengan alasan yang egois sebenarnya, secara keseluruhan merasa gagal sebagai guru, bahkan untuk digaji 300ribu pun.

pulang

Di akhir tahun ini juga, pahlawan saya, Razali Ahmad, pergi meninggalkan kami, Setelah dimasa-masa hisabnya, mengajari makna kesabaran dan keikhlasan. Sebulan kemudian ibu mertua saya juga pada akhirnya menyelesaikan urusannya di dunia. Setelah seminggu sebelum beliau pergi, kami berhasil menemui beliau, memohon maaf dan mengikhlaskan. Dan perjalanan yang kami lakukan berempat (Saya, isteri dan ke dua anak perempuan) untuk menemui beliau di kota Sanggau dengan kendaraan roda dua sungguh mengesankan. Itu perjalanan kedua kami ke kota itu, dengan jalur yang berbeda, lebih mudah, dengan satu malam menyusuri sungai di atas perahu besar, itu kesan dan kenangan yang selalu ingin saya tinggalkan kepada anak-anak apabila saya juga meninggalkan mereka suatu saat nanti.
IMG-20141212-00431

Di dalam perjalanan itu untuk pertama kalinya dalam dua tahun ini, karena kondisi waktu itu yang tidak memungkinkan, akhirnya kami bisa pergi berempat ke banyak tempat wisata, memberikan sesuatu yang belum pernah berikan kepada isteri dan anak-anak saya sejak lama.

IMG-20141215-00501

Banyak lagi cerita di tahun 2014 ini, Ada juga yang tidak layak untuk diceritakan atau sudah cukup panjang saya ceritakan di tulisan-tulisan sebelumnya, termasuk usaha gila bodoh saya mengumpulkan 50 tanda tangan. juga bagaimana saya tidak bisa menjaga komitmen terhadap teman saya yang jauuh disana yang bersedia memberikan modal. atau juga kebiasaan nongkrong di warung kopi yg semakin akut hingga asam lambung mulai bermasalah dan juga ‘N…….banyak lagi……

Apa pun yang telah terjadi pada dasarnya tidak benar-benar berarti, sekedar cerita untuk diingat, untuk memberi semangat menjalani centeng perentang kehidupan. itu saja.

Selebihnya, bahkan saya tidak memikirkan untuk membuat resolusi apa pun untuk tahun 2015 nanti, saya hanya akan menanti, apalagi yang akan saya lalui, jika esok saya masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: