Oleh: Redo Rizaldi | Desember 5, 2014

Kurikulum Hati (Jangan Bingung Hai Teman!)


kurikulum-2013

Malam ini tiba-tiba dapat berita hebring, sebagaimana yang sudah diwacanakan semenjak kebijakan ini dilaksanakan dengan paksaan oleh hampir seluruh sekolah-sekolah di Indonesia, malam ini, akhirnya kurikulum 2013 dihentikan.

Sontak dunia maya, dibeberapa dinding sosial media milik para kolega sesama guru menjadi gaduh ramai. Sebagian besar pertanyaan-pertanyaan muncul meski pihak Kemendiknas sendiri sudah berusaha menjelaskan, menerangkan dan memberi guidelines yang baik dalam menghadapi situsasi ke depan nanti.

Bagaimana berbagai pertanyaan tidak menyeruak, kebingungan mencuat, baru saja berbagai ragam pelatihan diadakan untuk para guru yang nampak bodoh karena disuruh belajar lagi kurikulum baru yang seolah lebih tahu dari para guru yang mengabdi itu mana yang terbaik untuk para peserta didik. Dalam hitungan kurang dari setahun bagi sebagian besar sekolah di Indonesia, proyek ini dihentikan.

Kesannya sungguh begitu mudah pemerintah pusat sana menghamburkan milyaran rupiah untuk sebuah program yang dihentikan begitu saja begitu rezim baru berganti. Apa maunya? Apakah para guru dan murid di negeri ini hanya kelinci percobaan atau sekedar item untuk para pembuat kebijakan itu membuat alasan membuat kebijakan-kebijakan bernilai ratusan milyar, tentu saja begitu.

Apa gak sakit tuh dibegituin, fren? Untuk sebagian besar tenaga didik tentu saja, terutama mereka yang berstatus pegawai negeri, tuntutan tanpa cela harus sempurna dari para majikan di pusat sana membuat mereka mau tidak mau, memaksakan diri, meski seperti mebodohi diri sendiri, meski terkadang bertentangan dengan hati nurani. Tapi kalau ditentang, yang ditakutkan sertifikasi bisa melayang, anak murid (konon) bisa otomatis bebal.

Untuk guru honorer ‘ra genah bin tidak jelas seperti saya sih tidak ada pengaruhnya (sumpah).

Dari awal saya sudah tidak meyakini kesaktian kurikulum 2013 ini, seluruh proses terus ekeskusinya buruk sekali, tipikal standar sebuah mega proyek asal jadi asal ada.

Beruntung sekolah tempat saya mengabdi sekarang begitu lentur untuk urusan seperti ini, saya masih mengajar dengan kurikulum KTSP 2006, meski lucu ga lucunya soal ujian dari dinas ajaibnya dari materi kurikulum 2013. guru bebal seperti saya hanya bisa tersenyum begitu mengetahuinya.

Penilaian pun pada akhirnya tidak ubahnya seperti jawaban-jawaban para murid, karangan -karangan bebas.

Mereka tidak protes, angka kuantitatifnya saya buat melambung tinggi yang insya Allah niscaya akan mereka butuhkan untuk menghadapi ujian nasional nanti, insya Allah lagi sebebal apapun mereka atau mengerjakan soal-soal di UN dengan memejamkan mata, asal bisa membuat bulatan sempurna di setiap butir-butir soalnya, insya Allah mereka aqan haqul yaqin luluz. kesaksian alumni-alumni sebelum ini yang lulus 100% menjadi bukti sahihnya, bahkan yang sering berbicara dengan pohon kelapa sekalipun.

Apakah itu secara aturan diperbolehkan? hell no! Guru bebal seperti saya pun paham itu.

Aturan, sistem, tata tertib pada akhirnya berakhir di tangan manusia yang menjalankannya juga.

Apakah itu yang terbaik untuk para murid? Entah saja lah.

Pada akhirnya, saya tidak pernah mengajar dengan mengabdi buta dengan kurikulum-kurikulum dari pemerintah. Saya bermodalkan kehadiran saja, berusaha sering senyum sering berusaha mendengarkan, tertawa-tawa sembari terkadang mentertawakan materi yang ada, sisanya modal doa, yang terbaik mereka, agar kelak, di dunia nyata pasca mereka lulus nanti, mereka siap diajar oleh dunia, dan mampu menaklukannya.

Karena kurikulum, sejatinya juga merupakan apa yang menurut kita terbaik untuk anak-anak didik kita, bukan menurut para pembuat kebijakan di pusat sana. yang terbaik selalu datangnya dari hati, begitu juga kurikulum, dari saya merupakan kurikulum hati.
Cukup omong kosongnya, pemirsa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: