Oleh: Redo Rizaldi | Juni 2, 2013

Namanya Sunardi


Sunardi

Setelah sebelumnya saya menceritakan kegelisahan saya akan hasil Ujian Nasional yang menghasilkan generasi-generasi muda yang mengkhawatirkan, kali ini gilirannya untuk saya menuliskan salah satu sosok ‘gigi putih bersih’ dalam tubuh bangkai busuk nya ‘serigala’ Ujian Nasional.

Namanya Sunardi, salah seorang dari puluhan anak murid tingkat akhir saya, yang diceritakan oleh teman-temannya menolak menggunakan kunci jawaban, meski ada yang menawarkan kepadanya cuma-cuma.

Sunardi di dalam kelas di sepanjang masa saya bersama dia dan teman-teman lainnya, adalah sosok yang menyedihkan dalam hal bahasa Inggris. Dia hampir sama sekali tidak menguasai dasar pelajaran yang saya ampu. dia bahkan seingat saya (kalo tidak salah) tidak bisa menuliskan “this” atau “that” dengan tepat.

Sunardi adalah salah satu dari beberapa murid yang paling saya khawatirkan tidak akan mampu memenangi pertempuran secara fair di Ujian Nasional.

Tapi ternyata, alhamdulillah, dengan segala ketidakmampuan saya membuat dia paham banyak soal bahasa inggris, Sunardi lulus dengan nilai pas-pasan, begitu juga untuk nilai bahasa Indonesia dan matematikanya, hanya sedikit di atas nilai yang dibutuhkan untuk lulus.

Tapi dengan nilai seperti itulah saya dan saya yakin orang tuanya juga, justru lebih bangga ketimbang murid-murid lainnya yang memiliki nilai tinggi lebih dari prediksi saya.

Nilai yang lebih dari angka-angka di atas kertas. Nilai manusia melawan sistem yang korup serta pendidikan yang gagal.

Tetap saja selalu ada cahaya-cahaya seperti Sunardi dalam pekat gelapnya isi kotak pandora pendidikan kita.

Dia mungkin tidak akan menjadi orang yang mulia di atas khalayak, tapi saya yakin dia mulia di hadapan sang hak.

Ada beberapa murid lainnya yang saya lihat nilainya ‘normal’ seperti Sunardi, entah karena sama seperti Sunar, tidak mau memakai kunci jawaban, atau tidak mampu membelinya.

Bukan itu intinya,

Satu yang pasti buat mereka, juga buat mereka yang berhasil lulus dengan memakai kunci jawaban.

Kesuksesan dunia dan akhirat.

menjadi rahmatan lil alamin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: