Oleh: Redo Rizaldi | Desember 24, 2010

Ulasan Film: The Town (2010)


The Town Poster

Ini kali kedua sebenarnya saya menonton film ini, dengan subtitle yang lebih baik.🙂

Daya pikat utama film ini adalah sutradaranya yakni Ben Afleck. Dia telah berhasil menarik perhatian saya sejak ketika menangani drama dilematik “Gone Baby Gone”

Jadi ketika hendak menonton film ini, ekspektasi saya sama besarnya dengan film dia sebelumnya, terlebih rating di IMDB dan RT lumayan tinggi.

Film ini bertemakan sebuah kota yang ditasbihkan sebagai tempat lahirnya para perampok bank, Charlestown Boston, diturunkan dari ayah ke anak so on and so on.

Ada kawanan perampok yang terdiri dari pemuda-pemuda asal kota tersebut.

Intrik yang diambil ketika satu kesalahan mereka dalam perampokan bank yakni mengambil tawanan perempuan dari bank yang dirampok yang tinggal tidak jauh dari mereka tinggal.

Salah satu anggota kawanan perampok itu jatuh hati dengan perempuan yang pernah mereka tawanan itu ketika berusaha memata-matai dan meyakinkan bahwa perempuan itu tidak tahu apa-apa tentang mereka.

Konflik bertambah ketika setelah perampokan terakhir mereka, salah satu bos senior perampok di kota itu meminta kawanan itu untuk melakukan perampokan besar2an.

Mereka yang semula menolak karena tahu besarnya resiko akhirnya bersedia setelah diancam oleh bos senior itu.

Perempuan itu juga akhirnya mengetahui siapa sebenarnya pria yang sedang dekat dengannya sekarang.

Menonton film ini mungkin karena berharap terlalu tinggi, akhirnya membuat saya agak sedikit kecewa, mengira akan ada kejutan atau drama yang sama mengesankannya dengan film [I]Gone Baby Gone[/I].

Mungkin juga karena kali ini Ben Affleck tidak hanya berlaku sebagai sutradara, akan tetapi juga sebagai pemain utama.

Namun bukan berarti film ini jelek, film ini tetap menarik untuk disimak sampai habis atau sampai 2 kali saya tonton, bahkan saya mendapatkan beberapa hal yang saya lewatkan ketika menontonnya untuk pertama kali.

Keberhasilan Ben Affleck saya kira di sinematografinya, bagaimana ia bisa mampu menangkap situasi Boston dengan orang-orang serta atmosfirnya.

Ben Affleck juga nampaknya mampu menangkap essensi dari problematika kota tersebut, dengan beberapa sentuhan gambar dan dialog.

Jadi jelas, saya akan merekomendasikan film ini sebagai salah satu film tahun 2010 yang layak untuk ditonton🙂


Responses

  1. Bener banget, nih film layak ditonton.😀
    Jadi pengen nonton film besutan Ben Affleck yang lain nih, “Gone Baby Gone”.😉

    Gone Baby Gone malah lebih bagus IMHO

    ada moral dillemanya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: