Oleh: Redo Rizaldi | November 7, 2010

A Leap of Faith


Tanggal 12 November ini, Akhirnya aku memutuskan, mengambil keputusan nekad untuk kesekian kalinya, keputusan bodoh bagi orang lain jika tahu, kembali ke pulau Jawa.

Tidak kembali ke kota Jogja, meski itu tujuan yang selalu ku sebut bila ada yang bertanya.

Tanggal 12 ini, aku mengambil rute perjalanan dengan kapal laut, menuju Jakarta, Ibukota negara ini yang benar-benar asing bagi ku.

Tadi ketika menanyakan jadwal kapal, sungguh butuh kekuatan yang besar untuk membelinya, meski urung juga karena masalah administrasi, tetap saja begitu terasa tekanan untuk tidak melakukannya begitu kuat.

Tapi tekanan lain jauh lebih kuat, tekanan yang sudah ku dapatkan selama -cukup aku bilang-setahun terakhir ini. di Kota ini, ketika bekerja dengan teman, dan mendapatkan hasil, serta tidak mengalami perkembangan berarti, terjebak, terhenyak di situasi yang membuat ku sangat frustasi, sehingga kembali memikirkan pilihan untuk selalu kembali ke tanah Jawa.

ketika masalah tanggung jawab kepada keluarga, kepada Yenni yang meminta ada kemajuan finasial dalam hidup ku, ketika memikirkan Kakak, yang memiliki sepatu usang dan minta dibelikan baru, ketika tidak mampu memberikan nafkah bulanan yang semestinya, ketika keimanan perlahan menghilang, ketika itulah…….

Melakukan lompatan keyakinan, se-mengerikan apa pun bayangannya, nampaknya harus aku lakukan.

Agar diri ini bisa tidak terjebak disini, dan mencari jalan keluar yang lain.

Kenapa Jakarta, kota asing yang tidak aku kenal?

Entahlah, tidak pernah memiliki alasan yang logis.

Jakarta tidak pernah menjadi tempat yang ku harapkan untuk mencari kerja.

Tapi selama ini, ketika memikirkan mimpi ku, kemampuan menulis, ketertarikan ku terhadap dunia film, terutama di belakang layar, ditambah keterasingan kota itu bagi ku yang seperti memberi aku ilusi untuk bisa me-reset kehidupan ku dari awal.

mungkin itu lah alasan yang ku miliki, yang ku cari-cari……..

Jadi, tanggal 12 lah aku akan melompat, mungkin bukan untuk keyakinan, hanya pelarian lainnya.

Meninggalkan kota ini, meninggalkan Isteri Anak-anak ku lebih jauh lagi, kembali egois.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: