Oleh: Redo Rizaldi | Juni 25, 2010

Mengarang Kembali (Tentang Anti Hero Izrail)


Baru beberapa hari ini lagi mencoba mengarang cerita fiksi kembali di salah satu forum dunia maya langganan.

Pemikiran soal cerita yang baru akan dikarang ini sebenarnya sudah lama, ketika begitu memikirkan ingin membuat sebuah cerita kepahlawan yang menginspirasi atau setidaknya mengusik, dalam bentuk anti hero.

Anti Hero adalah istilah yang dipakai di dalam dunia fiksi yang identik dengan tokoh-tokoh utama yang bertindak berlawanan dengan streotip pahlawan-pahlawan yang biasanya di kenal tanpa cela, mulia, dan agung.

Tokoh utama anti hero selalu digambarkan pernah/bisa berbuat kesalahan atau bahkan kejahatan.

Dari konsep Anti hero itulah saya menemukan karakter Izrail, yang diambil dari nama Malaikat Kematian dari Kitab Suci.

Karakter Izrail juga diinspriasi oleh tokoh Altair di Assassins Creed, terutama untuk outfit-nya.

Hanya saja karena saya tergila-gila dengan warna hitam, jika Altair memakai warna putih, maka Izrail memakai warna hitam bukan jubah.
Altair of Ubisoft's Assassins Creed I

Saya tidak ingin mencontek 100 persen karakter ciptaan orang lain, saya hanya menyukai ide tudung kepalanya, sebagaimana yang saya lihat di Smallville ketika Green Arrow dalam serial terkneal Smallville muncul, dan di jenis permainan lainnya bernama Prototype.
Green Arrow of Smallvile versionAlex Mecer from Protype Activision Game

Saya curiga, kedua karakter yang terakhir saya sebutkan diatas juga terinspirasi dari karakter Altair Ha ha

Tapi memang, tudung kepala bukan lah sesuatu yang baru dalam dunia fiksi, bahkan pencitraan malaikat kematian, selalu digambarkan dengan tudung kepala dengan wajah samar serta satu alat potong seperti sabit ketika hendak menjemput nyawa manusia.

Izrail versi saya, memiliki tudung kepala kurang lebih sama dengan tokoh-tokoh yang lebih segar seperti Altair dan Protoype di atas.

Hanya saja ia tidak memakai jubah, ia memakai pakaian seperti tentara elit (kelak di dalam ceritanya akan dijelaskan kenapa).

Dengan satu mark/tanda khusus, yaitu kacamata malam harian a.k.a Google night vision berwarna hijau yang selalu dipakainya.

Belakangan saya ketahui, ide Google Night vision juga bukalah ide yang segar, sebuah game yang lain telah lama memakainya sebagai identitas, game bernama Splinter Cell.

Splinter Cell's of Ubisoft

*damned!
Hampir saya menyerah untuk mewujudkan kisah karakter Izrail ini karena semua persamaan itu, tapi setelah letih mencari ide lain yang lebih segar namun tidak kunjung dapat, dan benar-benar merasa konsep semi Assasin’s Creed-Splinter Cell lah yang paling cocok dengan karakter Izrail, saya memutuskan untuk maju terus, bagi saya ini sebuah permulaan, kelak bisa saja terjadi perubahan, tapi untuk saat ini, saya puas dengan gambaran yang sementara.

Untuk latar belatang karakter yang saya buat ini, secara singkatnya berasal dari ketidakpuasannya terhadap penegakan hukum di Ibukota (mana lagi kalau bukan Jakarta) ketika pembunuh ayahnya bebas berkeliaran, Ia pun hendak menuntut balas dendam, dan seperti representasi dari malaikat kematian, ia ingin mencabut nyawa pembunuh tersebut.

Cerita dengan latar belakang balas dendam sebenarnya bukan juga hal yang baru, namun yang ingin saya sampaikan darikarakter ini adalah, pada kenyataannya di negara ini, tokoh antagnis yang dihadapi tokoh fiksi seperti Izrail, benar-benar telah ada, begitu juga situasi hukum yang ada, ada batas-batas norma yang telah lama dilanggar namun dibiarkan saja, sehingga saya memutuskan jika saya tidak bisa memperlihatkannya di duna nyata, paing tidak saya ingin mengusiknya lewat karya fiksi saya.

Sebuah tokoh yang akan membunuh pembunuh, atau mungkin juga akan saya kembangkan membunuh tokoh-tokoh yang korup.

Sebuah ide yang radikal mungkin, mengumbar kekerasan, tapi karena itu saya sebut tokoh ini antihero, yang tidak akan mengalami nasib seperti Superman dalam filmnya “Superman Returns yang gagal menjebloskan musuh bebuyutannya Lex Luthor ke dalam penjara hanya karena tidak bisa hadir menjadi saksi di pengadilan.

Lex Luthor's of Superman Returns

Kalau mau menuduh mencontek lagi karya orang lain, bisa saya bilang, Izrail akan memberikan terror seperti Batman-Nya Christipher Nolan.
The Dark Knight

Sehingga mereka yang berbuat melampaui batas dan belum kehilangan nyawa, akan berpikir ulang untuk terus melakukan kegiatannya.

Tentu saja semua itu tidak akan mudah, tidak mungkin tanpa perlawanan.

Konsep kasarnya dapat dilihat di tautan di bawah ini:

Konsep kasar Izrail.

First Image of Izrail


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: