Oleh: Redo Rizaldi | Januari 13, 2010

Sebuah Cerita Rekayasa: Bapak Ternyata Tahanan Kota


Baru saya ketahui hari ini, Beliau tidak pernah bercerita, bahwa ternyata statusnya saat ini adalah tahanan kota. Saya justru mendapatkan informasi ini dari orang lain, salah satu teman dekat beliau. Tentu saja saya terkejut, tidak mungkin tidak.
Hukum dan Rekayasa
Ia dituduh menjadi bagian dari praktek korup anggota dewan pada periode yang diketuainya, yakni antara tahun 1999-2004. Dengan kasus penyalahgunaan dana APBD sebesar Rp. 3.1 Miliar. Untuk mencari kebenaran cerita tersebut, saya pun mencarinya di dunia maya lalu menemukan tautan ini.

Meski akhir Desember kemarin Beliau ke Pontianak, namun statusnya saat ini benar ternyata seorang tahanan kota. dalam tautan di atas juga dipertanyakan kenapa Beliau bisa bebas berkeliaran, bahkan bisa ke luar kota baru-baru ini. Berdasarkan cerita dari sumber yang tidak layak dipercaya, karena sebenarnya kasus ini melibatkan seluruh anggota dewan pada waktu itu, bahkan juga Kepala Daerah kota ini. Hanya saja yang dikorbankan adalah tiga orang mantan pimpinan yang disebutkan di tautan itu, mereka bahkan pernah menginap selama 3 hari di hotel Prodeo dengan tarif Rp. 20 Juta, yang semuanya dibiayai oleh salah seorang dari mereka.

Biar lebih mendramatisir, salah seorang dari mereka itu, bahkan sampai meninggal gara-gara kasus ini, belum lagi pihak yang menampung uang daerah di rekeningnya, juga ikut-ikutan meninggal dalam pemeriksaan.

Ada kurang lebih 45 anggota dewan yang terlibat, dengan 42 nya bebas dan tidak berstatus apa-apa, karena dari sumber yang tidak dipercaya itu lagi, 42 orang tersebut berhasil meyakinkan jaksa, entah dengan apa. Lalu kemudian, kenapa Bapak dan kedua mantan koleganya tersebut tidak ditahan lagi dan bebas berkeliaran dengan mendapat status tahanan kota? Anda bisa bilang Bapak dan kawan-kawannya pada akhirnya melakukan hal yang sama dengan 42 mantan koleganya.

Namun sumber yang tidak layak dipercaya mengatakan, adalah keinginan bapak untuk membongkar semuanya, dan menuntut agar seluruh anggota dewan yang terlibat agar ikut masuk ke dalam Hotel P. juga. Sehingga mereka yang semula aman menjadi terganggu dan terancam, lalu kemudian mengupayakan agar mereka yang sudah terlanjur masuk bui, untuk bisa dibebaskan, dengan paling tidak, setidaknya hanya mendapatkan status tahanan kota, Bravo!

Jadilah sekarang, beliau bebas kembali kemana-mana, hidup bersama anaknya ini, di sebuah rumah mewah dan megah, sebuah akhir yang bahagia akhirnya.

Untuk sekali lagi saya mengatakan, seperti judul di atas, cerita ini hanyalah hoax belaka, sebuah cerita fiksi, rekayasa saja. Kesamaan nama, kondisi peristiwa hanyalah kebetulan.

Karena cerita yang sebenarnya adalah, di kota ini, dipimpin oleh Kepala Daerah yang bersih, yang sebagai manusia biasa paling hanya tertumpah sedikit rezeki dari kota yang melimpah ruah kekayaannya ini, tidak banyak. Sebagaimana Kota yang biasa juga, tidak ada pejabat yang korup, yang ada hanya maling ayam atau maling biasa, tidak lebih!

Masyarakatnya adalah masyarakat yang sadar politik dan hukum, dimana kalau benar-benar ada kejadian memalukan seperti yang saya andaikan di atas, maka seluruh lapisan masyarakat tidak akan tinggal diam, akan bergerak melawan, bersatu untuk kota ini, tidak memikirkan diri sendiri.

Dan saya, hanya lah karakter fiktif omong kosong yang hanya bisanya menulis saja, usil dan menyebalkan, yang meminta perhatian padahal sangat tidak layak.

Sekian.


Responses

  1. Hidup dibuat retorika, ya selamanya tetap menjadi sesuatu yg utopis yg sifatny retorik….
    Membuat sesuatu itu menjadi adil tidak semudah membalikkan telapak tangan. Adil menurut 1 orang belum tentu adil buat yg lain. Berbagai sketsa dari kasus2 yg ade di bumi pertiwi ini menjadi perhatian kita bersama. Tidak ada kemauan, kesungguhan serta dukungan dari berbagai pihak tentunya tidak akan menjadikan kesadaran yg baik buat kemashalatan bnyk orang. Maaf bang, mngkin comment ini agak ngawur tp setidaknya ini menjadi pemikiran yg inklusif di tengah2 kultur yg ade skrg…
    Bagus tulisanny bang. Tetap smngat truz…!!!

    ini Hendra Edward e?

    aok bujor komentar kau nin ngawur, bingong saye bace nyen ha ha

    tapi makasih udah mampir ke sini🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: