Oleh: Redo Rizaldi | Januari 6, 2010

Bapak, Polisi dan Timah Hitam


Razia Kuyak Oleh Aparat
Hari ini, ketika matahari baru saja terbit, rumah kami kedatangan tamu dari Kepolisian Air, belum juga mata ini ringan dibuka, mereka datang bertandang. Tentu saja mereka punya keperluan dalam kapasitas mereka sebagai aparat, yakni meminta kerja sama Bapak ku sebagai Ketua RT yang ditenggarai salah satu warganya terlibat dalam perkara pengangkutan Timah Hitam secara ilegal. Semula tidak ada yang istimewa dari pertemuan itu, pihak Polisi Air meminta bantuan, Bapak kemudian menyanggupi karena itu merupakan kewajiban terhadap lingkungannya. Namun mungkin, akibat terlalu lama duduk dan kehabisan obrolan serta bahan untuk basa-basi, Penyakit usil bapak kambuh lagi, semula dengan halus lalu kemudian akhirnya, lepas dan blak-blakan, beliau mempertanyakan keseriusan aparat dalam masalah timah hitam Illegal atau yang dikenal di kota Ketapang ini sebagai “Kuyak”. Karena dari informasi yang didapatkan dilingkungan, operasi yang dilakukan pihak aparat selama ini, baik itu dari Kepolisian Air maupun Kepolisian Daerah, terkesan sama busuknya dengan apa yang dilakukan oknum penduduk yang bergerak dibidang kuyak ini. Beberapa penangkapan terkesan pura-pura, karena kemudian dari hasil penangkapan setengah atau lebih kuyak yang seharusnya menjadi barang bukti, digarap oleh oknum aparat untuk dijual kembali.

Aparat yang bertandang ke rumah itu tentu saja menolak secara halus bahwa seluruh operasi yang mereka lakukan itu tidak benar. beberapa penangkapan di kota lain mereka ceritakan, dan adalah oknum bukan keseluruhan aparat dari kepolisan yang melakukan hal tersebut sembari memberikan penjelasan akan program baru Kepolisian Negeri ini untuk membersihkan institusi mereka dari aparat-aparat bobrok dengan sistem pengaduan via internet.

Bapak tentu juga tidak terlalu bersikeras untuk mempertahankan ketidakyakinannya kepada kesungguhan aparat, akhir kata pagi itu, beliau hanya mengatakan ingin sekedar menyampaikan aspirasi masyarakat, tanpa tendensi, apalagi harapan tertentu. Setelah itu, tidak lama kemudian mereka pun memohon pamit.

Namun siangnya, ternyata perihal omongan bapak pagi tadi agak sedikit berbuntut panjang, Komandan dari mereka yang bertandang ke rumah pagi tadi memutuskan untuk bertemu langsung dengan bapak di rumah siang itu, setelah tidak puas dengan hasil laporan anak buahnya yang dianggapnya tidak mampu menanggapi dengan baik komentar bapak.

Pembicaraan pun menjadi diskusi yang terbuka dan panjang, membangunkan diri ini dari tidur pagi yang baru satu jam. Terdengar, Bapak tidak mundur dari ketidakyakinannya, bahkan ia lebih blak-blakan lagi kepada Komandan tersebut. Sebenarnya jawaban komandan pun tidak jauh lebih baik dari anak buahnya, namun ada point-point tertentu yang dimana komandan lebih berani dan terbuka dibanding anak buahnya tadi pagi. Situasi penjualan barang bukti sebagaimana yang ungkapkan tadi pagi, hingga kesan lemahnya aparat terhadap salah satu pemodal kuat yang sudah menjadi rahasia umum tak tersentuh, karena posisinya sebagai anak pejabat nomer wahid kota ini, diungkapkan sendiri oleh komandan tersebut kepada bapak.

Tidak ada konklusi yang tercapai dari pembicaraan kedua itu, hampir sama seperti yang pertama. Hanya saja bagi diri ini yang menguping, mendapatkan lagi gambaran tersendiri tentang carut marut, rusak rusuh pahit getir, kondisi hukum sosial ekonomi kota yang semakin redup harapannya untuk menjadi kota yang ideal untuk dicintai ini.

Mungkin sepanjang hayat, hati ini tidak akan pernah tidak resah untuk melihatnya tumbuh dengan angkuh…semoga tidak……


Responses

  1. Salam kenal,
    Wah ,barang bukti timah dijual kembali. Gimana kalo yang jadi barang bukti narkoba? Dijual kembali g ya….???

    Salam kenal juga🙂
    bisa jadi dijual lagi, bsa jadi juga dipakai sendiri hehe

  2. bapakmu ketua RT do ?

    udah dari jaman kapan bas ha ha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: