Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 2, 2009

Enigma Dunia Kesehatan Indonesia


Ikatan Dokter Indonesia
Baru saja tadi malam, teman dekat saya menceritakan kisah bibinya yang berasal dari salah satu kota di Jawa Timur, sedang dirawat di rumah sakit Yogyakarta. Ia peduli pada latar belakang bagaimana bibinya tersebut bisa sampai perlu-perlunya berobat dari Jawa Timur sana ke kota Yogyakarta sekarang ini.

Bibinya ini, mengidap penyakit kanker sejak lama, selama ini ia berobat dengan dokter spesialis penyakit dalam di Jawa Timur sana. Sewaktu lebaran kemarin, ketika ia silaturahmi ke tempat teman saya ini, ia diperiksa secara sukarela oleh kakak ipar nya teman saya ini yang juga merupakan seorang dokter di Yogyakarta ini. Analisanya mengejutkan, Pengobatan yang dilakukan selama ini ternyata salah, obat penyakit dalam yang diberikan bukanlah untuk kanker yang di derita bibinya teman saya ini, akhirnya bibinya tersebut dirujuk ke salah satu rumah sakit di Yogyakarta, dengan wanti-wanti langsung dari kakak ipar temannya saya ini kepada teman-teman koleganya di rumah sakit, agar pasien yang merupakan keluarganya, tidak mengalami kesalahan yang sama dengan yang di dapatnya di Jawa Timur sana.

Sebuah peringatan yang janggal tapi sekaligus melegakan.

Dokter

Teman saya itu juga mengingat jauh lagi ke belakang, ketika Almarhum Bapaknya menderita kurang lebih penyakit yang sama dengan yang di derita saudarinya sekarang. Penanganannya juga sama mengenaskannya, dengan kenakalan yang sama dengan yang di lakukan oleh pihak di Jawa Timur sana, yang demi keuntungan materi atas komisi yang diberikan perusahaan-perusahaan farmasi, mampu dan tega untuk meberikan obat yang salah kepada pasien, yang pedihnya, berimbas pada kehilangangan nyawa seorang manusia, seorang ayah, seorang suami, seorang kepala keluarga.

Jauh di kalimantan sana, saya menjadi teringat ksetelah mendengar cerita teman saya itu, mertua saya juga mengalami masalah yang sama. Semula hanya di diagnosa masuk angin, lalu kemudian didiagnosa berpenyakit ginjal, lalu sekarang atas drongan seorang yang hanya ahli pijat refleksi, di tempat yang lebih baik, ditemukan permasalahan sebenarnya kenapa ia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, yakni tulang diselangkangnya yang bergeser selain karena faktor benturan dari luar, juga dari faktor usia. setelah menghabiskan hampir semua uang pensiunnya untuk membeli obat yang salah, minggu depan insya Allah beliau akan naik meja operasi, semoga kali ini bukan diagnosa yang “tidak tepat” lagi, sungguh saya benar-benar berharap jangan sampai.

Cerita-cerita seperti ini bukan tidak jarang kita dengar, lingkaran setan (vicious cycle) dunia kesehatan antara perusahaan farmasi-dokter-rumah sakit dan lemahnya posisi warga negara karena ketidakmampuan Pemerintah dalam mengelola dan menangkap aspirasi keseluruhan pihak yang terlibat, Dengan biaya yang mahal, dokter yang salah mendiagnosa, obat yang tidak tepat karena pesan sponsor, kematian yang janggal di mata awam, dengan tidak ada satu pun kasus dokter dipidana, dan itupun di dukung oleh dihapusnya Undang-undang Nomer 29 tahun 2004, membuat tidak ada harapan, cerita-cerita tersebut tidak terulang, atau setidaknya mengalami penurunan.

Dunia kesehatan Indonesia harus ditinjau agar tidak selalu terjebak dengan mindset kondisi seharusnya dalam sistem dunia ketiga atau malah latah komersialisasi seperti negara maju.

Ada akar dan sejarah bagaimana posisi profesi Dokter dulu yang begitu mulia di mata masyarakat, yang tidak terjebak dengan mengejar materi semata, untuk masa depan yang mapan dan luar biasa terjamin, untuk mengembalikan biaya pendidikan yang ck ck ck super duper mahal. Untuk kondisi yang lebih baik, perlu upaya dari tidak hanya yang berkecimpung di dunia kesehatan, namun juga seluruh pihak yang memiliki kemampuan untuk mengembalikan nama profesi kedokteran yang pernah mulia. Terutama dari pihak yang berkuasa, Pemerintah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: