Oleh: Redo Rizaldi | September 27, 2009

Situs Luring: Sebuah Proyek Baru


“Luring: Luar Jaringan, offline, kondisi yang menyatakan tidak terkoneksi/terputus dari suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar”

http://id.wikipedia.org/wiki/Luar_jaringan

Saat ini sedang merancang dalam pikiran, sebuah rencana ketika pulang ke Kalimantan awal bulan ini, untuk membangun usaha dalam bidang media masaa, yang tentu saja belum dalam skala besar, hanya kecil-kecilan tapi berharap mendapat sedikit profit di dalamnya.
Sedang mencari tahu banyak hal dalam bidang jenis usaha ini, dari masalah prosedur, biaya, jenis kertas dan lain sebagainya. Harap maklum saja, diri ini tidak memiliki pengalaman secuil pun dalam masalah ini, hanya pembaca setia berbaga jenis media massa selama hampir kurang lebih seumur hidupnya.

Formatnya juga belum bisa dipastikan, apakah dalam bentuk seperti tabloid, atau majalah, atau format compact seperti tren yang lazim sekarang ini?

Situs Luring sendiri merupakan nama yang paling besar kemungkinan menjadi pertimbangan untuk dijadikan Brand nya, karena format yang diinginkan untuk isi majalahnya adalah dari bahan-bahan yang tersedia secara gratis di internet.

Boleh saja dikatakan, malas, tidak kreatif, atau bahkan plagiat ciptaan orang lain, tapi semangat hendak dibuatnya media ini sendiri pun adalah mengenalkan dunia internet di kalangan masyaraat di kota kelahiran yang masih awam terhadapnya, bahkan memiliki streotif tentang jenis tekhnologi ini yang dikaitkan dengan pornografi atau hiburan untuk buang-buang uang saja.

Hal seperti itu dapat dimengerti untuk kota seperti kota Ketapang, minimnya informasi yang tepat membuat stigma seperti itu berkembang, padahal kalau masyarakat mengetahui, dunia Maya tidak hanya dipenuhi dengan dunia hiburan, akan tetapi juga dunia pengetahuan yang hampir tak terbatas.

Oleh karena itu, Majalah/Tabloid yang ingin saya terbitkan ini dimaksudkan untuk mengenalkan dunia daring (dalam jaringan/Online) ke Masyarakat yang belum tersentuh akan manfaatnya dunia tersebut.

Melalui cara konvensional, yakni melalui media cetak, yang masih memiliki potensi di kota Ketapang, karena belum adanya media cetak yang berdiri asli dari kota tersebut.
Media cetak yang ada sebenarnya cukup memberi informasi, tetapi tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat Kota Ketapang.

Banyak lagi pandangan yang ingin saya sampaikan mengenai proyek ini, tapi saya lebih bersemangat untuk mewujudkannnya, secepatnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: