Oleh: Redo Rizaldi | November 30, 2008

Rokok Makan Gratis


Rokok Makan Gratis

Rokok Makan Gratis


Tulisan ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan elemen dari tiga kata yang saya jadi kan sebagai judul di atas. Hanya saja, biasanya ketika khalayak menemukan tiga kata tersebut dituliskan atau disebutkan secara berdampingan, orang akan mengkaitkan nya dengan sebuah akronim yang sudah di preteli secara lumrah sejak lama dengan tujuan memplesetkan serta mentertawakan akronim tersebut (biasanya sih manusia akan tertawa kalau membaca apalagi mendengarnya:red).

Saya tidak akan menyebutkan nya di sini, untuk ketidakpuasan para pembaca sayang nya, hahahaha. (ga bosan po puas terus?)

Tapi tenang saja, tulisan ini jelas berhubungan dengan akronim itu, tapi juga jelas, tidak ada hubungan nya sama sekali dengan rokok (karena saya tidak merokok (aktif)), apa lagi makan gratis (kecuali di acara kenduri). Saya juga tidak akan menulis kata akronim lebih banyak lagi, lebih banyak dari kata yang telah diakronimkan nya atau maksimal sekali lagi saya menuliskan nya…….

AKRONIM!!!!! (nah sudah….piuh…leganya..)

Pada suatu masa, dan masa-masa setelahnya yang sudah tak terhitung lagi untuk ke berapa kali, perempuan yang telah dan akan selalu mendampingi seumur hidup dan mati ku, pernah dan masih mengajukan protes. Bahwa suaminya ini tidak pernah bersikap membunga-bunga kan hatinya seperti laki-laki pada umum nya kepada wanita yang dicintainya. Kalian tahu lah, memberikan bunga, mengatakan cinta setiap pagi nya, ato menggengam tangannya ketika berjalan dan yang seperti sejenis-sejenis nya. Dari semenjak ia mengenal hingga menjadi bagian dari diri ini, bertahun-tahun lama nya pula, Ia bahkan pernah merajuk karena ketidakan itu.

Jadi, masalah kah itu? Bagi dia jelas, tapi bagi saya tidak, meski sampai robek mulut atasnya untuk pertama kali mengikuti yang di bawah karena saya dan karena nya.

Mencintai seseorang bagi saya adalah menjadikannya tidak umum, tidak ada bunga, tidak ada kecupan di pagi hari atau genggaman tangan di jalan-jalan. Tidak ada yang lebih menyiksa dari mencintai seseorang karena orang lain melakukannya, Sungguh!

Dia berbeda, kalau saja ia mau mempercayai nya. Perempuan satu-satu nya yang ku pilih untuk dijadikan pendamping seumur hidup di antara perempuan-perempuan lain yang lebih cantik, bertubuh indah atau berpemikiran cemerlang.

Begitu juga cara aku mencintai nya, tidak akan sama seperti apa pun yang orang lain punya. Cinta di dalam ini mencoba menjadi murni semurni-murni nya. Dengan mencoba menyatakan nya dengan tersirat, dengan tanpa kata-kata, tanpa bunga dan tanpa apa pun kecuali sebenang halus keyakinan yang mempertautkan kita bersama, saling percaya, bahwa cinta kita itu ada dan akan selalu ada.

Kalau si dia tidak bisa mengerti konsep yang saya miliki dan akan terus saya pertahankan ini, terserah. Tapi saya percaya, dia tidak akan pernah berhenti mencintai, meski jika ada alasan yang lebih menyebalkan dari ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: