Oleh: Redo Rizaldi | November 7, 2008

Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia: Harga Premium Turun


Malam Jum’at Tanggal 6 November 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (saya sudah muak dengan panggilan manja SBY-nya) mengumumukan mulai tanggal 1 Desember 2008, pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar mesin (BBM) jenis premium dari Rp. 6.000,- menjadi Rp. 5.500,-.

Ini merupakan sejarah bagi negara Indonesia, untuk pertama kalinya harga BBM bisa turun, meskipun hanya premium dan hanya 500 rupiah, kebijakan pemerintah SBY ini (Oh tidak! saya menuliskan tiga hurup menjijikan itu lagi!) patut kita cermati sebab musabab nya.

Alasan resmi dari pemerintah yang disebutkan oleh Presiden sendiri, maupun oleh Menteri perekonomian Sri Mulyani adalah sebagai respon akan krisis global, guna menggerakan usaha dan perdagangan domestik agar lebih dinamis. Alasan tersebut tentu saja dapat di terima secara logika, logika jangka pendek tentunya juga, terutama paling tidak untuk tahun depan, tahun 2009, tahun yang akan menentukan peta perpolitikan negara kita, untuk lima tahun ke depannya lagi.

Adalah dapat di ketahui oleh banyak intelektual yang kritis di Indonesia ini, kebijakan populis ini adalah langkah politis seseorang yang berkeinginan melanjutkan posisi kekuasaan yang sekarang di pegangnya, paling tidak untuk lima tahun lebih lagi. kalau saja ada jabatan yang lebih tinggi dari apa yang di milikinya sekarang ini, tentu penurunan tidak akan hanya 500 rupiah, bisa jadi bahkan, bahan bakar yang lain atau bahkan tunjangan serta gajinya di posisinya yang sekarang ini pun akan diturunkannya untuk beberapa bulan ke depan. Akan tetapi tidak, mau bagaimana lagi, posisinya mentok disini, kecuali dia punya ambisi untuk menginvasi tetangga kita macam Australia, Singapura, atau Malaysia yang sudah pada arogan semua terhadap kita. Akan tetapi lagi-lagi tidak, Yogyakarta aja gagal dikuasainya.😀

Jadi, ya beginilah, turun 500 rupiah cukup lah, untuk premium saja mau bagaimana lagi, menurunkan nilai tukar rupiah juga tidak bisa, posisi tawar kita sebagai rakyat jelata yang senang apa adanya juga apa adanya, jadi ya lagi-lagi beginilah…..

hore…sebuah sejarah telah di torehkan….uhuk uhukk…..


Responses

  1. 500 perak …. lumayan … bakwan goreng 2 bijiQ !!!

  2. gope, lumayan lah, tapi kayaknya mendingan pake pertamax, lebih bersih, bukannya iklan, tapi mumpung turun juga harganya hehehhe

    Kalau mau bicara alternatif yang lebih baik sih, sebaik nya naik sepeda atau kendaraan umum saja hahaha😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: