Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 15, 2008

KEBIJAKAN GOBLOK 21 YOGYA


21 Studio

21 Studio

Tadi siang untuk ke sekian kalinya saya hampir saja tidak bisa menonton film yang ingin saya tonton di bioskop yang bisa di katakan satu-satunya di Yogyakarta.

Pada premier Laskar Pelangi dua minggu yang lalu, untuk pertama kalinya saya melihat keganjilan 21 Yogya dalam menykapi animo penonton yang membludak yang rela antre sampai keluar gedung bioskop demi untuk menonton film ini dengan memberikan kebebasan sebesar-besarnya bagi yang antri untuk membeli tiket hingga ada yang memborong sampai 20 tiket!!!! kebebasan seperti itu menyebabkan banyaknya orang-orang yang males ngantri bermodalkan wajah memelas dan SKSD meminta di belikan tiket kepada para pengantri terdepan yang mengakibatkan saya yang cuma antri tidak lebih dari 10 meter harus rela menunggu dua jam untuk mendapatkan tiket, yang itu pun untuk pemutaran jam 21.30 WIB (saya antrinya dari pagi!). padahal menurut pengamatan saya, yang kebanyakan antri di depan, atau yang tidak tahu malu numpang nitip itu rata-rata memesan tiket untuk siang atau sorenya yang justru untuk pemutaran pagi, justru sepi oleh penonton karena yang mau menonton pagi (seperti saya) harus antri dan mengalah untuk orang-orang yang mengambil tket untuk jam siang atau sore yang sebenarnya jika pihak 21 bisa lebih jeli dan bijak, tidak perlu lah banyak penonton yang mau menonton penayangan pagi, harus menghabiskan waktu nya di antrian dan kemudian gagal mendapatkan kesempatan itu yang juga menyebabkan penayangan pagi otomatis sepi.

Kali ini, siang tadi, hal yang berbeda tapi sama menyebalkannya terjadi, antrian buat Laskar Pelangi masih terjadi setelah dua minggu lewat, yang celakanya seluruh line buat antrian dipakai untuk para penonton Laskar Pelangi itu tanpa terkecuali. kabijakan membatasi tiket satu orang maksimal lima akhirnya diterapkan juga anehnya, tidak ada tempat buat orang-orang yang mau menonton film lain (seperti saya yang mau menonton film Doa Yang Mengancam). kebijakan harus antri di belakang para pengantri Laskar Pelangi adalah kebijakan Goblok!!!

Ketika siang dan penjualan tiket Laskar Pelangi separuh lebih sudah habis, tinggal buat penayangan malam jam 21.30 WIB, pihak 21 kayaknya masih ngotot untuk menghabiskan tiket Laskar Pelangi yang penayangan nya masih lama, ketimbang memberikan kesempatan kepada para penonton non Laskar Pelangi yang mau menonton siang itu juga dan masih banyak kursi yang lowong (terbukti!!) menyurutkan keinginan para pengunjung buat menonton karena melihat antrean yang seharusnya tidak perlu dibuat-buat seperti itu.

Saya dengar dan baca, hal ini tidak terjadi di 21 kota-kota besar lainnya seperti di Jakarta maupun Bandung karena tidak efektif buat meraih keuntungan, lalu kenapa terjadi di 21 nya Yogyakarta?


Responses

  1. jelek kan film nya ? rasakan !!!!

    Laskar Pelangi? ga jelek, hanya overrated aja sekarang

    Doa Yang Mengancam? Jauh dari kata jelek!

  2. kata sapa jelek bos???
    bagus banget qo filmnya….banyak pesan moral disana…!!
    dibandingkan dengan film-film indonesia lainya…Laskar Pelangi lah film terbaik di indonesia Tahun ini disamping Ayat – Ayat Cinta..

    untuk studio 21 yogya…
    emank seh kya begitu…setiap ada film baru yang rame,,,pasti ngantri kya mau bagi daging qurban aja,,,(bagi daging qurban aja gak kya gitu antrinya..^^ )
    saya aja ngantrinya pas Amplaz baru buka kisaran jam 9an udah ada disana..buat dapetin tu tket aja biar dpet yg Pw tmpatnya….

    emank seh klo di bandingin sama jakarta dan bandung, yogya gak bisa disalahin soalnya yogya cman punya 1 studio 21 itu pun gak sekelas XXI…😦

    mudah-mudahan aja dengan minat dan antusias masyarakat yogya yang sangat tinggi dengan sebuah karya seni khusus film, pemerintah atau pun orang2 kaya yg ada di yogyakarta, mau membangun studio 21 lagi…yyaahhh…1 ato 2 lg lah,,,klo bisa seh sekelas XXI ada juga yogya punya ^^amien……
    biar ntar antriannya bisa berkurang…dan kita pun bisa nonton dengan santai tanpa harus takut keburu-buru ataupun kehabisan tiket..

    Saya tidak pernah mengatakan film Laskar Pelangi Jelek, hanya overrated (dihargai berlebihan) saja bagi saya.

    Terlalu banyak lubang cerita di dalam film itu, dan bagi saya pribadi film ini cukup gagal menyampaikan pesan moral (pendidikan) nya.

    Masalah kebijakan 21 Yogya kemarin itu, menurut hemat saya, apa yang anda kemukakan itu tidak bisa di jadikan sebagai jawaban dari kegoblokan mereka tersebut. Jika anda membaca lebih teliti lagi (atau memang cara penyampaian saya yang buruk), Masalahnya bukanlah pada sedikit banyak nya studio.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: