Oleh: Redo Rizaldi | November 20, 2016

Hole

 

There is a hole that i never thought i have that i never knew how deep is it and how can i described it even for myself. its been months since you left, and i have been not shared it with others. it doesnt fit, almost everything. Unlike when our father died. I couldnt figure how to describe the way I  accept the dissappearance of you around us.

The silenced, the dry tears, the guilt.

It’s not like we weren’t ready, we had been prepared to your gone for years, but, it still something that we could not easily take it.
Thats why I try to write this as something that perhaps could show for my self, about us, about me that about you.

First, I tried to write goods thing about you, make a happy liked brother sisters, make an ode for you, but I cant….

It doesnt seems right.

The way I treat you bad as the elder, the way I disapointed you as brother. We hurt each other. i even still remember when I called you “tw*t” and the other days you mark me as “mokondo”

We hurt each other but we never hate each other, perhaps that’s the words I want to tell, I want to fill it to the empty hole I have.

We are awkwardly brother and sister whom couldnt show the sweetest way to showed our love. I think its run on our family, or perhaps its just run in me with the others from our family, our younger brother and sisters, our mother.

Its been years i always become son of our father and take a side on him when almost all of his children not.

But that’s our family, bonding awkwardly thanks for whatsoever drama happened to us. their divorced, their new life, your sickness and pain.

And i am the one who couldnt do any help.

When you were gone, I smiled, I relief, You were done with this miserable episode.

I could just wished that if i just could make our relationship better.

Or take a picture together with the others too, at Eid.

Things that I regret not to do it when you are still here.

But then, You are done, You are out there, going to your next journey.

I wished and pray, I hoped the one that always truly love us shall lead you an take you in his arm.

 

Oleh: Redo Rizaldi | Juni 25, 2016

Kisah Klasik Kampung Negeri

Ade waktunye ana balek…ūüėČ

Insya Allah niat hati membangun kampung negeri

Mudah2an ade jalan dan dukungan kawan

Makenye tetap terus memantau ape kemao’an orang di tempat kite.

jumat, 13:47 24 Juni 2016

 

Pernyataan di atas ini saye kutip dari isi pesan bbm dulor saye yg agik merantau belasan taon di jawe. Luar biase, menggelitik, karne ini mengingatkan dirik saye sepuluh tahun yang lalu ketika masih di jawa juga, punya semangat serta ide dan visi yang sama. Boleh percaya atau pon tidak.
Berada jaoh dari kampung negeri ini terkadang memberikan perspektif yang luar biasa istimewa. Saat itu terasa begitu ¬†peka dan peduli dan merasa mampu untuk berbuat sesuatu yang terbaik buat kampung negeri. melihat dari jauh membuatnya terlihat, entah lah…….begitu mudah?

Sampai saya mudik, pulang dan kembali menjejakkan kaki ke tanah kelahiran saya ini. Segala keangkuhan saya sirna, seluruh ilmu dan wawasan yang saya bawa dari Jawa menjadi sia-sia, dibenturkan oleh kenyataan yang ada di kampung negeri ini, bahwa sungguh, semua itu menjadi berbeda ketika saya berada di dalam kampung ngeri ini.

Saya lupa, sungguh lupa. Seperti apa orang-orang di kampung negeri ini, karakternya, budayanya, sistemnya, sampai saya benar-benar berhadapan langsung dengan semua itu.

Waktu itu saya hanya anak yang sombong angkuh dengan segala keideliasan yang sesat bin majnun dengan kemampuan dan pengalaman nol besar. Sekarang, tidak ada sebetik pon isi kampong negeri ini yang bisa saya ubah. Tidak usah jauh-jauh, memberantas narkoba disepanjang jalan saya tinggal saja saya ternyata hanya omong kosong belaka.

Sekarang setelah sekian lama kemudian membaca mimpi yang sama seperti milik saya sepuluh tahun yang lalu membuat saya tertawa, bukan hanya kepada dulor saye di jawa tentu saja, tapi kepada diri saya sendiri, tertawa kepada begitu naifnya manusia akan isi saripati dunia.

Tapi dulor saye ini beberapa ratus jauh lebih maju ketimbang saya sepuluh tahun yang lalu, lebih berusia jadi tentu saja lebih dewasa dan insya Allah lebih bijaksana. pengalamannya dalam membangun kota tempat ia tinggal tidak perlu diragukan, kalau benar bisa diwujudkan di kampung negeri ini, maka akan istimewa. setidaknya untuk dadd fookin yellow useless bridge!!!

Jadi kalau ia benar suatu saat ingin kembali hendak membangun kampung negeri ini, itu akan sangat luar biasa. Saya akan sangat sangat mendukung siapapun yang mampu dan mau berbuat untuk kampung negeri ini di atas kepentingan pribadi. Siapa pun itu!

Hanya saja pesan dari saya yang masih gagal ini, semua itu tidak akan mudah, percayalah.

Bahkan tidak semudah saya menyampaikan hal ini.

Dan saya buatkan catatan khusus untuk sekeping visi dulor ini, agar dulor tidak lupak ketika benar pulang kesini, bangun lah kampung negeri ini.

 

Oleh: Redo Rizaldi | April 23, 2016

Nama mu Seruni

Kuberi nama dirimu Seruni agar semoga kelak kau akan selalu tumbuh dimana saja dengan indahnya. Lahir di Ketapang, Sabtu pon, 16 jumadil akhirah, 23 april 2016, pukul 15.00 wib, ketapang. Berat badan 4.1kg, tinggi 5.1cm.

Masa depan mu bukan milik ku.

13094426_10208218986646618_1931153326242730867_n

Oleh: Redo Rizaldi | Januari 9, 2016

Say Hi to PLN Area Ketapang

12359982_206416243034044_2668285316934357240_n

Apa kabar PLN Area Ketapang? Di awal tahun baru 2016 ini nampaknya tentu saja baik buat semuanya.

Semuanya nampaak berjalan baik-baik saja, pemadaman masih terjadi, namun tidak semengerikan akhir tahun 2015 lalu. Paling banter 1-2 jam, itu pun tidak sampai dua hari sekali lagi pemadaman bergilirnya.

Ini kepekaan sesat dari apa yang saya rasa dan liat di daerah saya saja ya, seputaran Kauman, sekitaran Benua Kayong, entah kawasan lain, karena saya masih membaca keluhan dari teman-teman di kawasan lain dan juga informasi rutin pemadaman bergilir di halaman fesbuk PLN Area Ketapang dengan alasan-alasan cantik nan klasik.

Informasi Pemadaman:

Sehubungan dengan kondisi sistem suplai tenaga listrik di Wilayah Ketapang mengalami defisit daya listrik saat beban puncak sebesar 4.000 kW sehingga daya mesin yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat sampai dengan beroperasinya PLTU Ketapang di Sukabangun 2 x 10 MW di triwulan 1 tahun 2016. maka dengan terpaksa PLN melakukan pemadaman bergilir pada beban puncak jam 17.00 ‚Äď 22.00 WIB. Mohon Maaf atas ketidaknyamanannya,-PLN Area Ketapang-

Nah menurut informasi di atas tuh, seharusnya situasi masih seperti mimpi buruk akhir tahun lalu, tapi tidak.

SUKUR ALHAMDUILILLAH, ndak ada tuh sampe segitu lamanya, sumpah, sama pocong juga boleh lah. seperti yang saya bilang di awal-awal, hanya satu-dua jam saja, *ting!

Admin PLN Area Ketapang harusnya sudah mengupdate informasi hasil kopi paste standar ini dengan berita baik yang saya dan orang sekitaran saya rasakan dan alami.

Bahwa sudah ada perbaikan dan upaya yang nyaris seperti keajaiban natal dan tahun baru mungkin, dengan kondisi kekurangan daya, PLTU baru kelar 3-4 Bulan lagi, bisa mengembalikan kondisi dan pemadaman bergilir sebelum tragedi pemutusan kontrak dengan pihak swasta kemarin.

Ini sudah pencapaian yang luar biasa buat konsumen sering telat seperti saya.

Harusnya PLN Area Ketapang berbagilah informasi baik ini, tentang entah perpanjangan kontrak dengan pihak swasta kemarin atau yang baru, atau ada petugas pln yang setelah tahun baru menjadi jenius dan menjadi pakar dalam permasalahan kemarin, atau jangan-jangan diam-diam, PLTU Sukabangun sebenarnya sudah beroperasi??? Hanya saja PLN Area Ketapang terlalu berendah hati.

Well, Sepatutnya jangan, tidak perlu berendahkan hati dalam hal ini, justru jika kita sebagai pelanggan mendapatkan informasi-informasi positif seperti ini akan membangun citra yang positif juga untuk PLN? Bukan kah untuk itu PLN Area Ketapang punya halaman di fesbuk?

Jangan lah penuhi halaman tersebut dengan informasi kopi paste basi yang tidak lagi sesuai dengan kondisi (paling tidak kondisi rumah saya)

Sampaikan lah kebaikan dan kerja keras yang sudah dilakukan.

Jadi kita tidak perlu lagi capek-capek datang malam-malam ramai-ramai ke kantor PLN cuma untuk selfie.

20150507warga_demo_PLN_Ketapang

Teruslah bekerja keras dengan peluh dan keringat serta nyawa yang jadi taruhannya.

Sampai mendekati lebaran dann…akhir tahun….

Ya kan? *ting! *ting!

 

 

 

NB : Besar harapan saya suatu saat kelak PLN (Perusahaan Listrik Negara) berubah menjadi PLR (Perusahaan Listrik Rakyat).

 

 

Oleh: Redo Rizaldi | Januari 9, 2016

Tekad #2 Passport

 

Ini sebenarnya bermula dari gombalan sodara saya dari gombalan-gombalan lainnya pekara dunia yang nyuruh bikin passport buat siap-siap pergi umroh kalau sudah ada. Tapi yah…karena belum dibuat-buat juga passportnya ya belum diwujudkan pergi umrohnya he he.

Niat travelling bacpacking juga ada, ga usah seluruh dunia lah, cukup asia tenggara ini saja, melihat dunia dan budaya yang baru dan berbeda. Tapi kalo melihat isteri dan anak-anak, rasanya egois juga.

Mungkin itu juga penyebabnya kenapa dari tahun lalu pekara ini sulit dikabulkan. ga bagian dari rencana Tuhan buat hambanya ini kali. Tidak mengapa, tekad ini hanya apa yang tertera di hati, terserah yang punya hati ini lah mengabulkan apa tidak.

Untuk (sungguh) apa pun maksud dan tujuan tekad ini.

Oleh: Redo Rizaldi | Januari 2, 2016

Remember This?

Masih ingat dengan gambar-gambar tidak jelas di bawah ini?

Saya membuatnya kira-kira di medio tahun 2010, enam tahun yang lalu, lengkap bersamaan dengan tulisan ngawur saya disini.

Nah kemarin, salah satu teman ngumpul warung kopi yang ingat dengan jelas, lebih jelas dari saya yang bahkan tidak lagi benar-benar peduli, mengingatkan kembali soal gambar ini ketika kami sedang membahas dengan tidak jelas juga, bagaimana nasib ‘Jembatan’ Pawan V saat ini dan pentingnya untuk perlu diselesaikan sebelum jembatan Pawan I, satu-satunya akses yang menghubungkan utara dengan selatan ambruk.

Teman saya itu mengingatkan dengan jelas bagaimana lucunya, orang yang menentang dan mengolok-olok pembangunan jembatan itu sekarang berbicara seolah-olah ‘gihak’ alias bersemangat agar jembatan itu dilanjutkan kembali.

Orang itu adalah saya, tersindir dengan tepat.

Well, berhubung sedang menjadi trend setiap publik figur (yang jelas saya bukan), untuk menggunakan hak jawab tanpa meributkannya di warung kopi pada waktu itu, maka ini lah hak jawab sayah.

Seingat-ingat saya dan sudah saya cross check kembali tulisan saya di tahun 2010 itu, tidak ada sama sekali maksud saya untuk menentang pembangunan jembatan tersebut. Untuk apa? Meskipun waktu itu saya belum terlalu aware, saya mafhum akan pentingnya pembangunan sebuah jembatan alternatif, saya juga lah salah satu kelak yang paling merasakan dampak baiknya jika ada jembatan alternatif ini.

Begitu jembatan Pawan V ini beroperasi, maka jembatan Pawan I yang kondisinya sudah memprihatinkan bisa direnovasi.

Yang saya keluhkan dari saya tukang pengeluh ini waktu itu adalah bagaimana nampaknya this glorious idea about pawan V bridge is….

Dengan dana yang ‘kata’ nya hampir 80 M, di jawa kita bisa membangun 10 Jembatan. Pengetahuan sok tahu ini saya kutip dan dapatkan dari teman saya yang bekerja di Dinas PU di Yogyakarta (mbuh itu kota ne opo sleman opo mbantul)

Oke lah kita berburuk sangka dengan menidakkan kebocoran anggaran, sifat koruptif para pengambil kebijakan dlsbnya, kita lihatlah seluruh dana dipakai untuk desain, jenis materiill, ni jembatan yang jelas beda lah, lebih  mewah istimewa, kerenn .

jenis materill wah ini saya dapatkan dari salah satu keluarga isteri saya yang mengaku pernah bekerja sebagai konsultan proyek jembatan ini dan insist proyek ini sesuai dengan yang dianggarkan.

Tapi apa gunanya jembatan keren nan mentereng kalau tidak berfungsi sama sekali sebagai jembatan?

Kenapa tidak membangun jembatan yang biasa-biasa aja yang kost nya ‘cukup’ untuk pembangunan sebuah jembatan yang benar-benar jadi berfungsi sebagai jembatan.

Itu lah dasarnya saya membuat kartun tidak jelas dengan lakon ikan pecut di dalamnya itu. Bagaimana sementereng apa pun idenya,

Yang menjijikan buat saya waktu itu bahkan hingga sekarang mungkin, adalah bagaimana alur pembangunan ini mengikuti kepentingan politik dan segelintir elit ketimbang untuk hajat orang banyak, terlebih trik politik klasik yang membaguskan jalan, menyelesaikan pekerjaan atau setengah merampungkan jembatan di akhir periode jabatan

Sehingga yang mengesalkan adalah sekarang, Proyek itu setengah matang.

“Kita” ah tidak, salah….. “penguasa” penguasa pada waktu itu punya anggaran buat membuat Fettucini Carbonara yang mahal nan enak untuk rakyatnya. entah somehow, biaya itu sama sekali tidak cukup untuk menjadikannya sebuah masakan jadi. but instead, membuat telor ceplok mata sapi atau orak arik yang penting bisa dimakan untuk rakyatnya, penguasa pada waktu itu memaksa untuk memasak terus hingga jadi setengah matang dan berharap penguasa selanjutnya yang waktu itu diproyeksikan adalah anaknya, bisa melanjutkan untuk menyelesaikan masakan itu.

fettucini-carbonara

apa lacur, yang jadi bukan anaknya, melainkan orang lain. Dan penguasa selanjutnya itu, dalam lima tahun periode kepemimpinanya sama sekali tidak menyentuh masakan setengah matang itu.

Lalu kemudian penguasa sebelumnya cuci tangan lalu sekedar menyalahkan penguasa selanjutnya yang tidak melanjutkan masakan beliau.

Lebih-lebih lagi ada yang merasa bangga kepada beliau atas ide besarnya yang menghasilkan masakan setengah matang itu?

Seriously….

Fetuu…eh salah lagi…jembatan pawan V itu pada akhirnya hanya teronggok begitu saja, menjadi prasasti selama hampir 10 tahun ini (2008-2016 dst)

Prasasti kegagalan sebuah grandous idea.

Jadi tempat mancing dan motret2 selfie serta tempat perfecto buat muda mudi mojok.

Warga-memadati-jembatan-Pawan-Lima

But its okay.

But its okay,

But its okay.

Hidup hampir lima tahun kembali ke kota ini mengenalkan saya banyak hal. Perspektif saya soal penguasa itu pun tidak sebengis dulu lagi. (Mungkin suatu saat akan saya buat tulisan sendiri soal para penguasa di kota ini)

bagaimana begitu luar biasa kota ini yang bencana sebesar apapun yang bisa terjadi, bagaimana tengilnya pun penguasa kota ini, tak akan mampu membuat rakyatnya kehilangan kesabaran.  Rakyat dengan kota Ketapang akan selalu menjadi tanah betuah, ketentraman di jiwa yang tidak mudah punah. seperti apa pun dunia yang dibangun di sekelilingnya.

iya kan?

Oleh: Redo Rizaldi | Januari 1, 2016

Tekad #1 : Losing Weight

Targer

Sebenarnya seberapa pentingnya sih loosing weight alias mengurangi berata badan untuk diri saya sendiri? Udah seperti emak-emak atau anak gadis saja mikirin segala macam berat badan.

Well, memang harus diakui mau tidak mau memang seperti itu sepertinya he he.

Overweight yang merasakan itu diri sendiri, rendahnya kepercayaan diri, beratnya bawa badan sendiri, capek dan lelahnya, segala sesuatu yang berlebihan memang ga baik.

Lebih nya sih sebenarnya ga banyak amat, cuman 15 kilogram an, compare to teman neng jogja, yang kelebihan sekitar seratus kilogram an.

Its okay if you feel okay with that, tapi kalo ga merasa ok mau gimana lagi? ya harus disalurkan.

Sejatinya aye ini gemarr berolahraga.

Sayangnya juga saya gemar makaannn. ditambah sepertinya secara gentika dari keturunan saya nampak dari sebelah emak bapak dan adik-adik saya, mudah sekali untuk melebar, tidak gemuk, tapi lebih parah lagi, buncit.

Jadi selalu perjuangan keras untuk sekedar mengurangi berat badan ini. I envy buat temen2 diwarung kopi yang kurus2 padahal gak pernah olahraga atau punya pantang soal makanan.

but envy is just not enuff, i have to do something, hei!

Mulai di tahun yang baru ini, saya punya deadline yang harus dikejar, akibat taruahn sepasang suami isteri dimana sang suami pesimis, tidak yakin saya bisa kurus sebelum lebaran ini, sedangkan isteri yakin, selama saya berusaha.

Deadline nya sebelum lebaran tahun ini yang jatuh di bulan Juli, dan ini penting! taruhan itu juga mempertaruhkan harga diri saya sebagai manusia (seolah-olah)

Saya akan buktikan bahwa saya bisa. Tahun-tahun sebelumnya saya bisa menurunkan berat badan sebanyak sepuluh kilo, meski kemudian naik lagi dalam waktu yang singat sesingkat-singkatnya tanpa terasa.

Itu perjuangan luar biasa, kalah tuh perjuangan nenek moyang jaman belanda.

Mengurangi porsi makan, workouts almost every day, terengah engah, mata berkunang-kunang, its really lot of hell!!!

Jadi kalau sekarang pasang target musti turun lima belas kilogram mencapat berat badan ideal yakni 75kg.

Bayanginnya aja capek. tapi harus tetap dijalani!!!

fd3121e98cf4e3bea0db1a5fcd4fc3e8

Khusus di awal tahun ini, Bulan Januari, target turun seminggu 1kg aja, jadi satu bulan bisa kurang 4-5kg. Target Berat badannya balik lagi ke 85Kg.

weight

Kurangi porsi makan, coba jalanin lagi olahraga HITT yang gila itu 4x seminggu. Harus bisaaa !!!

 

Oleh: Redo Rizaldi | Desember 31, 2015

Tekad 2016 : R I S E

Rise 2016

Bangkit! Begitulah kira-kira tekad saya di tahun 2016 ini.

Sudah terlalu lama bergelut di dalam keterpurukan. Terlena dalam kemalasan sosial ekonomi. Tahun 2016 harus menjadi tahun kebangkitan saya sebagai manusia di muka bumi ini.

Beberapa keinginan yang belum terwujud di tahun 2015 tetap akan ada di dalam tekad saya. Beberapa yang tidak terpenuhi di tahun 2015 itu juga mungkin akan saya tinggalkan dulu, paling tidak untuk beberapa waktu yang akan datang.

Perkara Kamera, Ummie Daycare, toko online dan mengajar voli serta silat dibuang untuk tahun depan. atau tidak menjadi prioritas di 2016 ini.

  1. TargerLost weight (again) kalau selama ini cuman bisa ampe 80kg. tahun depan harus bisa nembus angka 75kg sebelum lebaran tahun 2016 ini (bisa!!)
  2. passportPassport. Harus bisa tahun ini bagaimanapun caranya!!
  3. Untitled-1Punya pemasukan minimal 5 Juta perbulan. biar bisa meringankan beban isteri. unleashed her from the job, she looks relly overtired.
  4. bfgcover2Membuat buku. Harus bisa!!! Harus bisa!!!

Beberapa tekad baru sudah saya persiapkan, semoga bisa diwujudkan untuk tahun depan.

 

  1. 2000px-Civil_and_Naval_Ensign_of_France.svgBelajar Bahasa Perancis. Untuk apa? I dunno. tapi tahun ini baru saya sadari sebenarnya kemungkinan besar saya adalah salah seorang poliglot. so ….un, deux troi!!!
  2. 11705527_10206043532221617_6853480834904263267_oBeli Bicycle. Tahun lalu kepengen beli kamera dlsr, tahun ini ra-gara tahun lalu sempat enjoy make sepeda hasil minjem (maksa) dari adek, jadi pengen beli, ini lebih murah lah ketimbang kamera dlsr ya.

Tekad untuk tahun kali ini juga saya coba fokuskan kepada empat organisasi/perusahaan yang akan saya jalankan kalau tidak ada halangan atau hambatan.

  1. Cap Obic TravelObic, Jadi kasir, Pelatih kursus pengemudi, Travel Agent, bersamaan dengan produk-produk oleh-oleh Obic lainnya yang kedepannya masih punya banyak waktu untuk dikembangkan. Kalau bisa sih melalui jalur yang ini bisa main forex lagi juga.
  2. cap fidelity 1Cv. Fidelity, yang akan bergerak di dalam bidang proyek pemerintahan.
  3. PSPPSP&PeDAS yang kemungkinan juga akan bergerak di dalam proyek pemerintahan juga gerakan sosial lingkungan.
  4. 2PSHT, selama ini saya terlalu fokus kepada IPSI sedangkan PSHT saya telantarkan, semoga di 2016, PSHT menjadi cabang dan juga menyelenggarakn kejuaraan SH Cup, serta pengesahan sendiri.

Tahun ini¬†sama seperti tahun sebelumnya, tekad saya digenapkan menjadi sepuluh. apakah hasilnya nanti sama seperti tahun 2015 yang banyak gagal yang diraih ketimbang yang berhasil? who knows….kita sebagai manusia cuman kebagian iseng berencana. betul tidak?

R I S E

2 0 1 6

BANGKIT!!!

Rise 2016a

 

 

Oleh: Redo Rizaldi | Desember 31, 2015

Refleksi Tekad 2015

Sebelum menulis tekad untuk tahun 2016, sebelumnya saya akan mengulas ulang tekad saya di tahun di 2015, is it works? lets see

Banyak yang menjadi tekad saya di tahun tersebut, ada yang berhasil diraih, ada juga yang tidak sama sekali. Saya akan mengulasnya satu persatu seperti yang sudah tuliskan tahun lalu, di penghujung akhir tahun 2014.

Saya akan memberikan skor mana yang berhasil mana yang tidak.

1. Project Ahmad. Berhasil

Skor 1:0

Bulan desember ini, Ummie sudah mengandung dengan usia jalan 5 bulan, mudah-mudahan tahun 2016, bulan 4 dilancarkan dan dimudahkan segala sesuatu, lahirlah hasil project ini, semoga menjadi achmad, namun kalau seruni pun tidak mengapa. Karena ummie nya justru yakin kali ini akan anak perempuan lagi. Sebenarnya saat ini sudah bisa mengetahui jenis kelaminnya melalui USG tapi kita berdua sepakat untuk tidak menggunakannya. So 2016 Welcome Ahmad! eh Seruni!

 

2. Project New Job : Gagal

Skor 1:1

 

Tahun 2015 hanya sekali mencoba melamar pekerjaan, dengan yayasan YIAR but failed. mau gimana lagi, emang bukan rejeki. Lagi pula memang ada keinginan diri untuk tidak makan gaji lagi sih. pengennya tuuh berwirausaha (gituu). Namun ditahun ini juga keyakinan saya perkara rejeki begitu menebal (kali ya?) bagaimana banyaknya rejeki tak terduga dari mana-mana untuk mencukupi kebutuhan isteri dan anak-anak saya, tidak lebih, cukup. yang membuat isteri saya juga yakinnya luar biasa terhadap perkara rejeki itu.

Bekerja sebagai guide, ikut seminar ini itu dan justru dapat duit, jadi ketua KPPS di akhir tahun, ada pekerjaan tapi tidak tetap. Saya bisa berani bersyukur atas semua itu. tapi kalau masuk dalam kategori 5 juta / bulan pemasukkannya, maka mau gak mau suka gak suka saya kategorikan failed alias ‘gagal’

3. Project Weight : Berhasil

Skor 2: 1

Well, sebenarnya tidak bisa dikategorikan berhasil juga sih, memang pada pertengahan tahun ini bisa tuh, turun nyampe sepuluh kilo lebih dan jejak ke angka 80 kilogram.

2

Tapi akhir tahun ini, justru balik lagi, almost 90. dan baru baca-baca tulisan sebelumnya di penghujung tahun yang sama ternyata begitu  juga, berhasil turun sepuluh kilo, lalu ended up balik ke 90kg. Mau gimana lagi pola makan belum keren, olahraga juga masih kurang masif, banyakan begadang dan banyakan tidurnya.

Tahun depan musti jejak 75. ada teman, suami isteri yang taruhan soal berat badan ini soalnya.

4. Project Smartphone : Berhasil

Skor : 3:1

2

Nah ini nih, yang saya bilang salah satu rejeki tidak terduga yang saya baru sadar dan merasakannya di tahun 2015 ini, bagaimana seorang teman dari jogja, thanks again to baskoro gendut. Yang bersedia repot-repot mau mengirimkan hape bekas nya kepada saya. walaupun hape bekas, yang penting sesuai tekad saya tahun ini, hape sentuh-sentuh geser geser, cihuy!!

 

5. Project Ummie Daycare : gagal

Skor : 3:2

ummie_spanduk

Terlebih sekarang ummie hamil, semakin berat untuk menjalainya, malahan kemungkinan tahund epan tempat penitipan anak ini bisa jadi bubar jalan. para asistennya juga satu persatu hilang datang hilang, walaupun jumlah anak secara tidak signifikan berkurang.

6. Project Toko online : gagal

Skor : 3:3

Definetely gagal, mau bagaimana lagi, padahal sudah pasang internet di rumah, belum berhasil juga, tahun depan sih masih berharap terwujud, SEMOGA !!!

Yang tidak diduga sama sekali malah tahun ini saya membuat sebuah perusahaan yang walaupun dimodali semuanya oleh mentor saya Hery Susanto, tapi tetap saja perusahaan itu atas nama saya.

cap fidelity 1

7. Project Membuat buku : gagal

Skor : 3:4

seruni

Ini juga, lagi-lagi gagal. project seruni, atau cerita kegelisahan saya yang juga tidak tuntas, tidak ada satu pun yang berakhir menjadi sebuah buku, saya tidak mau menyerah, tahun depan harus berhasil!

8. Project Kamera : gagal

Skor 3:5

Karena tekad 2015 bicaranya dslr ataww mirrorless ya bisa dibilang gagal karena tidak dapat. tapi dengan smartphone baru pemberian temen, walaupun dengan kualitas seadanya namuun dengan filter ajaib nan ajib dari instagram, bisa menyalurkan hobi saya foto memoto ^_^

9. Project voli & Pencak Silat : gagal

Skor 3:6

Sudah saya coba, bahkan memaksakan diri dengan membeli sebuah bola voli yang sekarang teronggok percuma, sebal. tapi mendengar tangisan si kakak hanya karena disuruh push up membuat saya angkat tangan, menyerah, given up. Memang salah memaksakan kehendak walaupun kita pikir sebagai orang tua yang terbaik buat anaknya.

Najwa Alya sebenarnya sempat saya ajari sedikit demi sedikit tekhikn dasar beladiri pencar silat. tapi konsistensi diri memang bukan keahlian saya, sekarang hilang. sedangkan Najwa tidak mau diajari oleh orang lain. *geleng-geleng kepala.

10. Project Passport : gagal

Skor 3 :7

Hampir berhasil, dengan melobi emak waktu itu untuk membuatnya, tapi karena satu dan lain hal somehow batal. argghhh

Dengan bertemu banyak orang baru di acara wonderful sail 2 indonesia dan bertemu para pelaut dari belahan dunia lain semakin membuat semangat agar bisa melakukan perjalanan ke luar kota ke luar Indonesia tahun depan! Semoga.

 

Jadi akhirnya, skor 3:7 banyakan gagalnya ternyata tahun ini -_-. Jadi? cam mana? menyerah?

Nggak lah, tahun baru dengan tekad baru,

2 0 1 6

R I S E

BANGKIT

Saatnya bangkit dari keterpurukan.

 

 

 

Oleh: Redo Rizaldi | Desember 28, 2015

2015 Ku

Seperti biasa, momen latah di akhir tahun dengan membuat rangkuman apa yang sudah terjadi dan yang saya alami dalam setahun terakhir ini di tahun 2015.

Saya akan menyebutnya sebagai tahun  tanpa pekerjaan tetap (pliss, semoga tidak terjadi di tahun depan yang akan segera tiba sebentar lagi >_<)

Tidak banyak yang tahu bahwa salah satu alasan terbesar saya untuk quit and out of the job adalah karena janji tidak masuk akal seseorang kepada saya untuk tahun 2015 ini beberapa tahun yang lalu

Saya ingin menikmati momen-momen kebodohan saya dalam tahun-tahun terakhir atas harapan yang musykil sekali.

Tahun dimana saya memutuskan berhenti bekerja sebagai guru 400 ribu. dan berharap memiliki pekerjaan yang lebih layak setelahnya, well…walau pun kemudian gagal dengan satu kali penolakan untuk lamaran kerja saja di salah satu yayasan internasional perlindungan margasatwa.

Jadi hari-hari saya semakin membaktikan diri =, mengabdi kepada waktu dan teman-teman di warung kopi, kadang di simpang gereja, kadang di maknyah pencat. menikmati kepahitan kopi dari pagi hingga sore hari.

12304271_10207095374437015_3351433742671268770_o

 

Kehidupan tidak melulu dihabiskan disitu sih, akan terlalu berlebihan kalau disebut begitu. Setiap seminggu sekali setelah diracun teman, tahun ini saya memiliki hobi baru, memancing, di hampir setiap pekan. sekarang saya tahu bagaimana memasang mata kail di joran, (sbelumnya, asli tidak) Sekarang saya mengenal daerah aliran sungai di kota kelahiran saya lebih dari yang saya ketahui dalam seumur hidup saya di kota ini.

12341628_481454905392226_3408284044340041758_n

Pengalaman paling berkesan tentu saja menjadi pemandu wisata bagi para pelayar asing  di acara sail 2 indonesia selama seminggu penuh. memiliki banyak teman dan kenalan baru, juga dapat menyalurkan hobi untuk berbahasa inggris meski pun baru ketahuan begitu buruknya karena sudah lama tidak terlatih.

Berkat acara itu juga saya mewujudkan keinginan untuk pergi ke destinasi wisata lokal yang saya idam-idamkan, pulau Sawi. benar-benar pengalaman yang mengesankan.

 

Di tahun ini juga saya menelurkan tiga logo yang mudah-mudahan kelak di tahun 2016 nanti bisa menjadi sesuatu untuk eksistensi diri dan masa depan saya.

Yang terakhir mungkin pernikahan Adik laki-laki saya. Dengan segala rasa campur aduk di dada ketika acara, saya tetap turut berbahagia. (berharap beliau masih ada untuk menyaksikan ini semua)

Sungguh membahagaiakan juga meilhat seluruh keluarga besar berkumpul bersama.

Tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya bagi diri saya adalah tahun-tahun yang diisi dengan tertidur lelap dan bermimpi. Semoga tahun depan ini saya sudah mampu untuk bangun dan bangkir mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah ada.

honorable moments at 2015 :

 

Older Posts »

Kategori