Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 19, 2009

Ada Angin Puting Beliung di Ketapang

Penampakan Angin Puting Beliung di Ketapang Kalbar

Senin, 19 Oktober 2009 kurang lebih pukul 15.30 WIB sore, Untuk baru kali ini, seumur hidup saya melihat-meskipun secara tidak langsung-ada pusaran puting beliung di Ketapang.

Katanya, angin ini berhasil merobohkan kubah Mesjid Agung Al Ikhlas Ketapang dan menerbangkan atap seng lima bangunan rumah toko dan menimpa rumah warga di Jalan KH Mansyur. Selain itu, hujan dan angin puting beliung yang menyapu Kota Ketapang juga mengakibatkan pohon-pohon di pinggir jalan di beberapa lokasi tumbang.
Kondisi Mesjid Al Ikhlas Pasca Angin Puting Beliung

sumber: Media Indonesia

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 19, 2009

Pato Il Perfetto

Pato Perfetto

Setelah mengalami runtutan pertandingan yang mengecewakan, AC Milan akhirnya memenangi pertandingan pagi ini melawan AS Roma. Sempat ketinggalan terlebih dahulu karena kesalahan pemain belakang yang melakukan backpass yang lemah sehingga disambar oleh penyerang flamboyan AS Roma Jeremy Menez di lima menit babak pertama, Milan baru mampu membalasnya di pertengahan babak kedua melalu gol dari titik penalti yang disarangkan oleh Ronaldinho, yang juga sepuluh menit kemudian memberikan umpan jauh yang akurat kepada Alexandre Pato yang menyambutnya setelah beradu lari dengan pemain belakang lawan, untuk kemudian mengecoh kiper AS Roma Alexandre Doni lalu melakukan sontekan ke arah gawang dengan tenangnya.

Untuk pertandingan ini, bukan hanya Milan yang mengakhiri paceklik, pemain muda Brazil itu juga setelah hampir 2 bulan lamanya tidak mencetak gol akhirnya dapat merayakan gol dengan menunjukan isyarat hati kepada Milanisti dan berteriak sekuat-kuatnya meluapkan seluruh emosi untuk momen yang spesial ini.

Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir berbunyi.

Il Meraviglioso Rossoneri

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 18, 2009

Pengangguran

Anda tahu ada pada suatu waktu, saya pernah memasang status saya di Facebook dengan Curiculum Vitae dari saya sendiri karena kehilangan akal untuk mencari pekerjaan. Waktu itu cukup berhasil, meskipun tawaran yang ada tidak sesuai dengan ekspektasi dan kemampuan. Saat ini karena kembali menganggur dan benar-benar tidak berada dalam situasi yang pantas untuk seusia saya, terpikirkan untuk melakukannya lagi.

Jobless High Quality

PS: Jelas, Gambar diatas bukan deskripsi sebenarnya curiculum vitae saya

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 16, 2009

Mengulik Miyabi

Dalam beberapa minggu terakhir, setelah pihak Production House Maxima Pictures mengumumkan akan membuat film dengan judul “Menculik Miyabi”, memunculkan polemik di sekelumit kecil masyarakat kita, dengan bumbu media massa terutama televisi tentunya.

Polemik tersebut muncul karena judul film yang akan dipakai membawa nama besar dalam dunia pornografi global, yakni Miyabi. Bukan hanya itu, rencana besar pihak Maxima adalah membawa pemain yang selama ini dikenal dengan nama tersebut, Maria Ozawa.

Yang menolak tentu saja karena di Indonesia, obyek pornografi masih merupakan hal yang dilarang karena berkaitan dengan moral masyarakat Indonesia.

Yang mendukung karena dengan alasan humanis, dengan mencoba memisahkan Miyabi sebagai seorang bintang film porno dengan Miyabi seorang aktris yang bisa bermain di film yang tidak mengumbar aurat. sekaligus mencontohkan di negara lain, kehadiran Miyabi dalam film non porno tidak pernah dipermasalahkan.

Saya sendiri di awal polemik ini cenderung berusaha tidak acuh, tidak mau ambil peduli. Akan tetapi perkembangannya menjadi begitu mengesalkan, pihak televisi terutama, berhasil membuatnya besar, mengalahkan berita skandal bank Century atau berita yang lebih penting untuk hajat orang banyak lainnya.

Miyabi menjadi perbincangan hangat, orang banyak yang selama ini tidak pernah tahu, atau pernah melihat aksi Miyabi tapi tidak tahu namanya akhirnya menjadi tahu. Yang mengaku netral alias tidak mendukung dan juga tidak menolak tapi terus mengecam sikap yang menolak kedatangan Miyabi menjadi banyak.

Orang-orang seperti ini lah yang membuat saya akhirnya mencoba angkat bicara, memilih posisi dan tidak berpura-pura tidak memihak pihak mana pun.
Pada batas pemikiran, saya terang menolak pembuatan film tersebut, dengan judul yang memakai nama tokoh terkenal dunia pornografi saja sudah tidak pantas.

Tapi saya tidak mengecam kedatangan Maria Ozawa untuk datang ke Indonesia untuk alasan apa pun, jika alasan pekerjaannya, di negara kita tanpa ragu saya bilang banyak yang berprofesi lebih buruk darinya.

Pihak Maxima Pictures saya tunjuk sebagai pihak yang pantas dipersalahkan karena kehebohan yang dibuatnya dengan menutup mata, telinga, hati dan pikiran dan tidak memahami demografi masyarakat Indonesia.

Pemakaian judul yang kontroversi itu tidak bisa diterjemahkan secara naif tidak ada tendensi ke arah yang mengaitkan citra yang dibawa oleh “Miyabi”
Nama Miyabi adalah sebuah nama fiktif yang dipakai oleh sang aktris bintang porno tersebut ketika pertama kali terjun ke dalam bisnis ini, namun melekat, bahkan menggeser nama aslinya yakni Maria Ozawa.

Dipakainya nama Miyabi sebagai judul dan bukan Maria Ozawa tentu saja membuat beberapa pikiran curiga menyeruak, termasuk saya, tidak mungkin hal ini tidak disengaja. Apalagi plot yang beredar untuk film ini memang erat kaitannya dengan genre seks komedi yang laku keras di negara Muslim terbesar di dunia ini.

Di negara-negara lain yang memakai jasa Maria Ozawa sebagai aktris profesional yang bermain di film non porno untuk film mereka selalu memakai nama asli aktris tersebut. Lantas apa yang membuat pihak Maxima Pictures tidak melakukannya?

Pertimbangannya jelas, nama Miyabi jelas pasti mampu memancing kontroversi yang lebih luas ketimbang “Maria Ozawa”, imej Miyabi jelas mampu memancing perhatian lebih.

Jadi kalau berpikir pihak Maxima Pictures benar-benar peduli dan humanis mengenai masalah ini, sebagaimana yang digembor-gemborkan, saya kira itu terlalu naif, sudah jelas dengan segala kehebohan yang tidak perlu ini, pihak Maxima Pictures hanya berusah mengeruk keuntungan di dalamnya.

Bahkan ketika Miyabi alias Maria Ozawa tidak boleh datang pun, bahkan dengan diganti judulnya pun, pihak Maxima paling tidak telah berhasil mendapatkan promosi gratis, sebagaimana strategi di beberapa film yang ber genre sama, beberapa pihak dipastikan masih akan menanti-nantikan filmnya, meski judulnya sudah tidak membawa nama Miyabi lagi, meski yang main juga bukan Maria Ozawa lagi.

Pihak Maxima lah yang paling diuntungkan dengan ribut-ribut tidak penting ini.

PS: Sengaja saya tidak memasang foto objek yang saya tulis atas alasan pribadi karena beberapa pose yang saya lihat, tidak mampu membuang pikiran kotor dari kepala saya bahkan yang sudah di edit dengan pakai kerudung pun:haha

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 16, 2009

Belajar Dari Cinta Maradona

Diego Armando Maradona Memang Tidak Pantas Melatih

Siapa yang tidak mengenal Maradona? Siapa pun juga yang mengerti keindahan sepakbola pasti mengakui sosok ini merupakah salah satu legenda hidup sepakbola juga pemain terbaik dunia abad ini.

Sekarang ia melatih kesebelasan negara yang mencintai dan dicintainya, Argentina.

Kita semua tahu, salah satu alasan terbesar Diego Maradona mau melatih Argentina adalah karena kecintaannya terhadap negaranya yang besar, setelah bertahun-tahun tim nasional Argentina paceklik prestasi meski dihuni oleh pemain-pemain bintang kelas dunia seperti Kun Aguerro, Carlitos Teves, dan Lionel Messi, ia ingin berbuat yang terbaik untuk negaranya setelah ia tidak bisa melakukannya lagi sebagai pemain.

Ia mungkin berpikir, melakukan sesuatu terhadap tim negaranya, agar kembali berjaya seperti ketika ia masih bermain, ketimbang terus-terusan hanya mengoceh dan menggerutu dari bangku penonton.

Namun sayangnya, hampir di seluruh pertandingan kualifikasi yang dijalani Argentina, di bawah asuhan Maradona, sampai saat ini, permainan Argentina tidak menjadi lebih baik, bahkan memburuk. Bukan karena stigma pemain terkenal tidak bisa menjadi pelatih yang bagus, bukan juga karena Argentina dibantai Bolivia 6-1.

Hasil dilapangan telah membuktikan, Pemain-pemain Argentina bermain tanpa determinasi serta skema yang jelas. Buruknya permainan dapat dilihat dari jumlah gol yang hanya 11 dari 10 pertandingan di kualifikasi yang mereka jalani.

Di masa depan, dengan lolosnya Argentina ke Piala Dunia, dengan kesempatan yang masih ada, tidak terlihat Maradona mampu melakukan perubahan yang signifikan dalam memperbaiki penampilan anak asuhnya, sudah beberapa pertandingan Maradona gagal membuktikan bahwa ia mampu membawa Argentina meraih kemenangan dengan meyakinkan.

Kecintaan Maradona terhadap Argentina telah membuat seluruh potensi pemainnya tidak terlihat, dengan buruknya strategi miliknya, bersiap saja kita melihat sekali lagi Argentina bermain membosankan di Piala Dunia.

Belajar dari cinta Maradona inilah kita dapat menyimpulkan. Cinta dan kemauan tidak cukup untuk mewujudkan cita-cita kita, mungkin diperlukan kesukarelaan untuk menyadari batas kemampuan, agar tidak hanya membuat cita-cita sendiri bisa kandas, namun cita-cita khalayak ramai ikut juga terkubur.

Oleh karena itu, atas nama tidak hanya publik Argentina, tetapi juga para pecinta keindahan sepak bola di seluruh dunia, tidak bisa tidak…

Mundurlah Maradona.

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 15, 2009

Argentina Lolos, Tapi Dengan Tidak Layak

Lionel Messi Berjibaku Menghindari Tekanan Pemain Lawan

15/10/09 Argentina memastikan lolos ke Piala Dunia Afrika Selatan 2010 setelah berhasil mengalahkan Uruguay dengan hasil 1-0 untuk keunggulan Tim tamu sampai peluit berbunyi terakhir.

Selama ini meskipun banyak yang berharap sebaliknya, saya menginginkan agar Argentina lolos ke Piala Dunia 2010 dan Diego Armando Maradona tetap menjadi Pelatih tim nasional Argentina.

Tapi melihat pertandingan yang sekarang melawan Uruguay, keyakinan saya berubah 180 derajat.

Argentina memang tidak pantas lolos, permainan mereka sangat buruk sekali, tidak ada determinasi dan juga skema yang jelas.

Bagaimana calon pemain terbaik dunia seperti Lionel Messi bisa bermain seburuk itu.

Di titik inilah saya menyalahkan seorang pelatih, yakni tak lain tak bukan Diego Armando Maradona sendiri.

Sayang sekali, tapi saya sekarang sungguh berharap Maradona diganti, atau dengan permainan yang menyedihkan seperti hari ini, Argentina jangan sampai lolos ke Afrika Selatan 2010 nanti.
Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 12, 2009

Bentang Harapan: Sebuah Puisi

Untuk yang dipisahkan oleh gelombang dan lautan
Tumbuh dan berkembang tanpa diri ini ayah kalian
Selama waktu berjalan, dan saat kalian yang belajar berjalan
Belajar membaca nama ku pun aku lewatkan

Lewat deru angin di tepian ini aku sampaikan
Aku ingin pulang
tuk memeluk 2 buah hati dan 1 pelindungnya yang ku sayang

Ku lukiskan di atas pasir wajah kalian yang samar
Tak serupa tapi bersenyumkan yang ku cinta

Dan jika kalian yang di seberang sana tak mengingat dan lupa lalu pun tidak mengapa
Jadilah harapan yang kuat, Ingatlah yang berguna serta lupa kan lah yang percuma

Dari yang merindukan kalian.

Rahn & Najwa

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 7, 2009

Kenapa Harus Percaya KPK (lagi)

Baru saja, pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilantik guna menggantikan pejabat-pejabat sebelumnya yang seperti kompak bermasalah dengan Buaya eh Aparat Polisi. Kontroversi mengiringi pengangkatan tersebut, polemik bermunculan. Banyak tuduhan pemimpin baru ini, hanya merupakan boneka eksekutif yang meskipun dipilih oleh tim lima yang kredibilitasnya di mata hukum meyakinkan, namun karena pokok perkaranya berasal dari Perppu, telah membangun kritik atau tuduhan yang bermunculan dari berbagai kalangan.

Adnan Buyung Nasution yang merupakan anggota tim yang memilih pemimpin sementara KPK bahkan seperti mengamini kritikan dan pandangan pesimis mengenai masalah ini. Namun pimpinan KPK yang baru, menjanjikan pekerjaan mereka akan bebas intervensi.
Pelantikan Pimpinan KPK yang Baru

Masalah kepercayaan ini lah yang menjadi pangkal permasalahan semua ini, bahkan KPK sendiri berdiri karena permasalahan krisis kepercayaan yang terjadi di negara ini, lantas kemudian ketika lembaga ini selama dalam aksinya berhasil meyakinkan banyak pihak, entah apa kaitannya, kemudian juga lembaga ini mendapat kritik yang masih tak terjawab hingga sekarang untuk apa, dari pihak eksekutif, bahwa lembaga ini sudah terlalu besar atau menurut bahasanya terdahulu lembaga KPK telah menjadi lembaga “Superbody” diiringi berbagai kejanggalan kabaret eksekutif dan satu lembaga di bawahnya yang tidak lucu pada waktu itu, mengulik keanehan tersendiri dengan situasi saat ini, ketika 3 pimpinan lembaga superbody ini terjerat hukum yang mengindikasikan bahkan lembaga negara sekuat KPK pun tidak kebal terhadap suap dan praktek korupsi sekali pun.

Jadi sekarang, Kalau KPK yang superbody dan telah pernah mendapat cukup kepercayaan dari rakyat saja masih bisa lemah dan bejat, lantas, apalagi dasar rakyat harus percaya dengan KPK yang sekarang, dengan pimpinan baru yang dibentuk oleh lembaga negara yang harusnya sederajat dengan KPK, dan kemungkinan besar tidak superbody lagi karena akan dipangkas kewenangannya oleh lembaga legislatif, KPK yang sekarang ini mampu menjamin apa, akan bisa lebih baik dari KPK yang gagal sebelumnya?

cicak lawan buaya

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 6, 2009

Masih Tentang Energi Alternatif

Green Alternative Energy

Energi alternatif yang kita bicarakan ini tidak berbeda sama sekali dengan yang sudah dibahas bertahun-tahun, bahkan oleh pakar-pakarnya.

Energi untuk membuat hidup kita nyaman, penerangan dimalam hari, untuk menyalakan komputer, televisi, pendingin atau berbagai jenis alat-alat elektronik yang kita “butuh” kan. Untuk memasak makanan atau menjalankan kendaraan.

Dasawarsa ini juga, kaitannya dengan isu lingkungan hidup, Energi alternatif diharuskan mendukung hal tersebut. Oleh karena itu penggunaan minyak kelapa sawit dan sejenisnya yang disebut dengan biodiesel, memancing polemik karena dampak dalam jangka panjang yang diakibatkan meluasnya lahan kelapa sawit atas tuntutan pasar, menyebabkan banyak lahan-lahan hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia menjadi kritis.

Jadi, saat ini kita fokus kan tulisan ini kepada “Green Alternative Energy” dimana saya juga tidak akan menulisnya dengan detail, hanya mengingat kembali saja, ide besar ini, yang masih sulit diwujudkan dalam jangka pendek, terus menerus hingga berhasil.

Yang paling membuat saya penasaran adalah penggunaan cahaya matahari dengan Panel Surya. Dewasa ini bahkan panel surya juga menjadi sekaligus pelindung sebuah bangunan pengganti atap konvensional.

Panel Surya sebagai atap pelindung bangunan

Tekhnogi Turbin Angin

Masih ada lagi tekhnologi angin dan tekhnologi yangmenggunakan arus air terjun, laut, bahkan sungai.

Mungkin mahalnya teknologi-tekhnologi tersebut membuat masih sedikit yang memanfaatkannya, tapi tidak berarti sistem pelistrikan kita yang sekarang lebih baik.

Perlunya sosialisai yang luas, dukungan banyak pihak, tidak hanya pemerintahan, tapi ormas, pemuka atau tokoh masyarakat untuk menyadarkan pentingnya “Green Alternative Energy”

Tidak bisa menulis banyak tentang hal ini, permasalahan bukan lagi pada perkara tekhnis, tapi permasalahan pada kemauan untuk mewujudkan.

PS: Asal tidak seperti kisah dongeng Blue Energy saja

Oleh: Redo Rizaldi | Oktober 4, 2009

To Hit Someone………..

Sudah lama benar, tidak memukul seseorang, tadi akhirnya terlepas juga…..sebuah kegoblokan sesaat……..

Namun akibatnya terasa sekali sekarang, sakit ditubuh tidak seberapa, luka di hati karena menuruti emosi yang luar biasa berbekasnya…..

Menjadi seseorang yang dibenci dan pantas untuk dipukul…bermuka tai….tidak menyangka ada orang yang bisa begitu bencinya tehadap diri ini selama ini.

Kesalahan fatal, meskipun kemudian sudah minta maaf, yakin itu tidak kan banyak berpengaruh banyak dengan pikiran dia terhadap diri ini…

Tadi tidak bisa disalahkan…..benar-benar tidak bisa disalahkan…tadi itu benar-benar goblok….

Untuk Petrus, atau mantan teman-teman yang pernah kerja di Sketsa Sinema, saya benar-benar memohon maaf.

Tulisan ini kemungkinan kecil untuk dibaca kalian semua, tapi untuk hati ini saja, mencoba percaya diri ini tidak seburuk itu, tidak sebangsat itu, mencoba menyembuhkan diri yang tengah sakit ini, mencoba untuk tidak lagi menyakiti kalian semua……Terima Kasih.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori