Oleh: Redo Rizaldi | Mei 31, 2009

Terminator Salvation

Terminator Salvation
Udah nonton kemarin.

komentar awal saya, keren!!!!

Tidak mengerti bagaimana ada pihak2 di imdb ato di kaskus bilang ni film sucks. sebelum nonton film ini ekspektasi saya sudah tinggi, tapi beberapa hari sebelum nonton, saya baca2 di kaskus dan imdb komentar2 yang sudah duluan nonton dan banyak yang menghujat jadi bikin diri ini berpikir ulang buat nonton.

Tapi karena ditraktir temen, ya udah lah nonton juga :D

Dan begitu nonton di awal-awal, tidak menemukan apa yang pantas dihujat!!???
Kalo ada yang berpendapat biasa saja, bisa terima lah, tapi kalo sampe bilang sucks???
Yang paling membuat saya terpesona adalah tampilan warna gambarnya yang beda banget, biru gelap, baru nemu film hollywood yang pakai tekhnik ini di Terminator ini. Seperti benar-benar menggambarkan dunia masa depan yang gelap.

Dan saya lebih bilang ni film lebih mirip sekuelnya Mad Max ketimbang Terminator. dan saya tidak bermasalah dengan itu!!
kalau ada yang bilang robot2nya kayak Transformer atau kepunyaan Minority Report, well itu bisa juga, tapi tetap aja menurut saya pantas dibilang keren. atau kekerenan itu dengan segala spesial efek dan motionnya yang asik2 bisa hilang hanya gara2 mirip.
kalo gitu kasian dunks Cloverfield bisa dibilang nyontek2 Godzilla ato musuh2nya Ultramans Series.

Soal akting juga saya heran kalo dibilang Bale tidak cocok jadi John Connor, saya malah bilang Bale tetep ga cocok jadi Bruce Wayne ha ha.
Mungkin karena pengaruh myth and legend di film2 sebelumnya ya? Jadi orang pada high ekspektasi pada karakter John Connor yang harus powerfull. Jadi begitu di T4 ini John Connor ditampilkan masih sebagai anak buahnya kelompok pemberontak, dan masih terlihat lemah dan ragu2, well mungkin udah pada lupa kali ya, di film2 sebelumnya juga, John Connor tidak ditampilkan sebagai sosok yang terlahir sebagai leader, such a looser malah.

tapi Bale di film ini juga cukup tough koq, tidak seperti di Reign of Fire, walo karakternya sebenarnya kurang lebih sama.

Porsi Sam Worthington yang katanya malah lebih dominan juga menurut saya kurang tepat. John Connor dan Marcus menurut saya emang diplot sebagai dua karakter utama di film ini.

soal Timeline juga ga masalah. asik saja, kalo sampe dipikir2 dan dikaitkan dengan hipotesa2 nya Back to The Future, malah jadi berlebihan dan saya setuju banget sama McG si sutradaranya dalam hal ini.

Dan saya juga heran, bagaimana bisa ada orang sampai menyuruh si sutaradara ini berhenti bikin film. maksud saya, emang T4 ini bukan sebuah masterpiece, tapi masa sampai disamakan dengan Uwe Boll??

Kalau ada yang bilang kurang rame karena ga ada “war” besar2an antara kelompok resistence dengan kelompok mesin, well menurut saya, aksi yang di liatkan di T4 ini dan di film2 sebelumnya emang udah seperti roh dari film ini, aksi kejar satu dengan satu.

lagian kalo rame2, ntar dibilang nyontek Star Wars lagi :o

lagian, mesin juga disini diimejkan dengan tepat sebagai lawan yang kere juga koq, bagaimana bisa membangun army besar2an kalo sistem ekonomi ga berjalan *asal :hehe

soal ending juga ga pantas dibilang sucks, kalo ngerti sejarah ni franchise dan bagaimana industri film hollywood berjalan, seharusnya cukup mengertilah.

Tapi saya juga paham mengapa ada yang kecewa dan sebel kenapa semuanya ga dituntaskan saja di film ini he he.

Intinya saya terhibur dan ga keberatan kalo ada the next Terminator movie!!!

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 28, 2009

Musim Terbaik Untuk Sepakbola!!!

Di mulai dari menangnya permainan menyerang dan penuh gol di Piala Eropa yang diwakili oleh juaranya Spanyol.

Musim ini adalah musim terbaik yang pernah ada selama sepuluh tahun saya intens mengikuti perkembangan sepak bola dunia di setiap minggunya.

Kedigdayaan sepakbola menyerang benar-benar hadir seperti dari langit, menghujani pola-pola permainan klub-klub Eropa dengan magis sepak bola menyerang.

Yang paling mempesona-di tingkat klub-adalah bangkitnya raksasa Catalan Barcelona FC yang di asuh oleh pelatih muda tak berpengalaman Juan Pep Guardiola. kemenangan klub asuhannya di stadion Santigao Barnebeu, kandang rival abadi mereka Real Madrid dengan skor yang memecahkan rekor, 6-2, adalah pertandingan terbaik yang saya sudah lupa kapan terakhir kali saya melihat permainan bisa begitu sempurnanya dari belakang, tengah (terutama TENGAH!!!) hingga depan. Xavi Hernandez benar-benar bergerak seperti seorang konduktor orkestra yang mengatur ritme permainan dengan sangat indah dan sekali lagi sempurna.

Setelah melihat pertandingan seperti itu, selanjutnya pertandingan-pertandingan lainnya jadi seperti tidak ada artinya.

di Liga Inggris juga tidak kalah menawannya, terutama Liverpool yang emmainkan sepak bola menyerang penuh determinasi, terutama di pertengahan dan akhir musim untuk mengejar ketertinggalan point dengan Manchester United di klasemen liga Inggris.

Manchester United sendiri telah mereka libas 5-1 di kandangnya sendiri, namun sampai akhir musim mereka gagal menjaga performanya, tidak seperti Man U yang meski sempat di permalukan oleh Liverpool di kandang sendiri, berhasil menjaga konsistensinya hampir di seluruh kejuaraan.

Tidak ada kata lain untuk musim ini selain FENOMENAL!!!

musim yang bisa jadi hanya hadir dalam kurun waktu sepuluh tahun sekali.

dan saya merasa sanga beruntung untuk menjadi bagian dan saksi dari semua ini.

PS: Honorable Mentioned; Atletico Madrid

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 28, 2009

Barcelona Sang Juara Eropa!!!

Akhirnya, Tim dari daratan Eropa dengan filosofi menyerang lah yang menang.

Barcelona, Kamis dini hari waktu Indonesia, 28 Mei tahun 2009 ini telah menasbihkan dirinya sebagai juara baru di benua Eropa dengan mengalahkan klub juara liga Inggris Manchester United 2-0.

Permainan yang di sepuluh menit pertama berjalan alot, berubah menjadi panggung dominasi anak-anak asuhan Pep Guardiola setelah Samuel Eto’o berhasil menyarangkan gol ke gawang kiper Manchester United, Edwin Van der Sar. Praktis setelah itu, bagaimana pun MU berusaha mengejar ketertinggalan dan kembali mengimbangi permainan menyerang El Barca, terbentur oleh dinamisnya permainan klub Catalan serta disiplinnya pertahanan yang didemonstrasikan dengan sangat mengerikan oleh sang kapten Carlos Puyol serta mantan anggota MU yang memenangi liga eropa ini musim lalu, Gerrard Pique.

Kepiawaian pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo seolah lenyap ditelan oleh fenomena yang mencengangkan dari seorang Lionel Messi yang seolah hendak menunjukkan meskipun dijaga ketat oleh tiga orang sekali pun, ia akan terus berlari dan menggiring bola hingga jatuh lalu bangun dan kembali terus berlari lagi.

Bahkan dengan tubuh kurang dari 170 cm, ia bisa mencetak gol dengan sundulan yang sempurna, hasil dari umpan mahakarya Xavi Hernandez, melewati pemain belakang MU seperti Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic yang berpostur tubuh lebih dari 185 cm tingginya.

Barcelona Juara Eropa 2009

Tahun ini, Tim terbaik dan pantas yang telah menang, berhasil meraih Treble dengan juara liga lokal, piala raja dan terakhir juara Eropa.

Tidak ada yang akan tahu apa yang akan mereka raih lagi di tahun-tahun ke depan dengan pemain serta permainan yang begitu mempesona pencinta bola musim ini, namun untuk saat ini untuk FC Barcelona, nikmati saja kemenangan menakjubkan yang terjadi pada malam hari ini, dengan nama yang terpatri di Piala European Champions League.

Bravo El Barca!!!!

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 23, 2009

Two Fuckin Point Five!!!

Barusan Yudisium, sebuah acara sebelum wisuda yang membosankan. Ada ceramah ini, pengumuman itu, penyerahan transkrip nilai, yang akhirnya di dapatkan dengan tetap tanpa bisa dirubah-rubah lagi, saya (hanya) layak mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2.5.

Wuahahaha, sesuatu yang jelas bisa dibanggakan,

Bisa apa ya dengan nilai sebagus itu? masuk Departemen jelas ga pantaslah, PEMDA ya paling? itu kalau akhirnya diri ini menjilat ludah sendiri selama bertahun-tahun, bahwa haram memasukkan nama dan eksistensi diri ini ke kelembagaan kepegawainegerian, realita memang penuh dengan eksepsi yang menggelikan ha ha ha.

kalo tidak jadi Pegawai, mau bekerja di dunia swasta, apa bisa?

Skill yang ada? selain kemampuan menulis yang pas-pas an ini?
mengandalkan imajinasi yang cuma bisa ada di dalam kepala aja? weleh weleh cari mati aja.

Jadi apa nih?
Seperti yang dikatakan orang bodoh ke pada ku beberapa waktu lalu, berulang kali, mencoba meyakinkan ku.

Biarkan mengalir saja hidup ini, kita lihat apa yang dihadiahkan kehidupan untuk mu kelak.

ah geblek

aku kangen juga bicara lagi dengan orang bodoh itu..

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 21, 2009

Sedang mempertimbangkan untuk merombak total blog ini

Blog tidak bernyawa ini sudah berumur kurang lebih tiga tahun dengan naik turun dinamika isi nya yang tidak konsisten, sungguh mencerminkan pemiliknya ha ha.

Setelah tiga tahun sebenarnya sudah cukup puas dengan sedikit banyak saya tetap bertahan untuk menulis apa pun di sini *kebanyakan sih curahan hati yang personal ha ha ha. menyampaikan uneg-uneg tentang kondisi sekitar yang tidak populer dan tidak awam, walau pun kadang-kadan sebenarnya isi yang ditulis lebih banyak seperti kentut hi hi.

Jadi, dalam beberapa hari ini, mencoba membangun diri untuk lebih serius dan konsisten terhadap perkembangan blog ini, mencoba lebih fokus dan profesional, tidak dalam waktu dekat ini, tapi semoga juga tidak terlalu lama.

Dengan status ke depan saya yang akan menjadi mantan mahasiswa setelah delapan tahun (delapan tahun!!!) tentu saja orientasi juga harus berubah, mungkin lebih profit-minded, atau itu justru sebuah keharusan ya :p.

Anyway, pokoknya, sebuah image dan kerangka sudah ada di benak saya, tinggal menindaki lebih lanjut dengan mencari ide yang lebih tepat dan segar, untuk kemajuan saya sendiri.

Semangat!

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 21, 2009

Elite Troops

Sebuah film yang naskah nya ditulis oleh penulis untuk film City of God, yang juga berdasarkan drama nyata di daerah kumuh Brazil.
Troopa de Elite

Mengangkat dan memperkenalkan tim elit polisi BOPE yang dikenal radikal dalam menghadapi peperangan dengan para pedagang obat bius di Brazil serta juga polisi korup yang melindunginya.

diambil dari sudut pandang seorang kapten yang akan memiliki seorang anak sehingga membuat ia berpikir untuk pensiun serta mencari penggantinya.

Diperkenalkanlah Matias dan Neto, dua orang sahabat dari kecil yang idealis dan bermimpi untuk menjadi polisi untuk menegakkan hukum di Brazil.

ketika mereka dikecewakan oleh kolega-kolega mereka di kepolisian, mereka kemudian mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari time elit BOPE.

alu cerita dibumbui dengan kisah asmara Matias dengan seorang perempuan dari kalangan menengah ke atas yang membenci semua polisi tanpa terkecuali.

juga kebimbangan sang kapten akan siapa yang bakal menjadi pilihan untuk menggantikannya kelak, apakah si “Otak” Matias, atau kah si “Hati” Neto.

penggambaran peperangan antara Tim Elit ini dengan para pedangan obat bius yang kontroversial, sesuai dengan fakta dan kenyataan yang ada di tim elit ini.

sebuah film alternatif yang patut diacungi jempol.

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 21, 2009

Keseleo? Pijat aja sama Pak Udin!

Sabtu kemarin, sewaktu bermain futsal saya terjatuh dan engkel saya kena. Ini sudah ketiga kalinya saya mengalami cedera di tempat yang sama, terbayang tidak bagaimana rasa sakit serta trauma yang ada, namun yang paling menyebalkan adalah kemungkinan akan tidak bisa bermain futsal selama sebulan atau lebih.

Tapi nampak nya saya tidak perlu menunggu selama itu. kali ini cedera saya ditangani oleh orang yang tepat, Pak Udin namanya. Seorang tukang pijat yang sudah lama terkenal di Yogyakarta, terutama dikalangan penggila sepakbola lokal, karena ia dikenal sebagai “bengkel” nya para pemain dari klub PSIM Yogya.

Selama beberapa tahun dan beberapa kali mengalami cedera, sebenarnya saya sudah lama ingin mencoba membuktikan keampuhan cerita ini. tapi baru tahun ini saya akhirnya mendapat kesempatan (*merasa beruntung karena cedera jadinya ya? ha ha) Setelah dipijit HANYA selama kurang lebih lima detik dan mengeluarkan uang seikhlasnya, saya tidak terlalu berharap banyak, karena selama ini ketika mengalami cedera di tempat yang sama, butuh waktu seminggu untuk bisa jalan dengan nyaman.

Tapi ternyata tidak! baru beberapa hari setelah kaki saya di pijat oleh beliau, sudah benar benar-benar terasa efeknya yang signifikan, bengkak di tempurung kaki luar sudah mengempis, dan terasa sekali urat di dalamnya sudah mengendur tidak menegang. dengan hanya pijatan lima detik!

Salut saya, reputasinya sesuai dengan cerita yang beredar selama ini.

Oleh karena itu melalui blog ini saya tidak ragu-ragu untuk mempromosikannya secara gratis, walu meskpiun dengan reputasi nya yang sudah ada saat ini, tindakan saya ini bisa dibilang sia-sia.

Pak Udin Rocks!!!!!

Setelah menelan kekalahan lima kali dan kemasukan 22 gol, Sriwijaya FC akhirnya memenangi pertandingan untuk pertama kalinya di Liga Champion Asia melawan Shandong Lundeng, juara liga super China dengan skor 4-2.

Kemenangan Sriwijaya FC memuaskan para pendukungnya

Meski hasil ini tidak mempengaruhi posisi Sriwijaya FC sebagai juru kunci grup F, hasil ini setidaknya berhasil membalas kekalahan 5-0 yang di derita tim Rahmad Darmawan ini di China beberapa pekan yang lalu. Hasil ini juga menunjukkan bahwa klub sepak bola Indonesaia sebenarnya memiliki potensi, kekuatan, peluang untuk berbicara lebih banyak di kawasan asia.

Hanya masalah mental yang harus diperhatikan lebih serius oleh pihak-pihak yang terkait di dalamnya, tidak hanya sekedar bertahan atau asal tidak kalah.

Selamat buat SRIWIJAYA FC, satu-satu nya klub Indonesia yang saya betah untuk menyaksikan pertandingannya selain Persipura.

Jaya Indonesia!

Oleh: Redo Rizaldi | Mei 11, 2009

Menulis (yang telah tidak tertulis)

Tulisan.

Kemarin malam, membaca beberapa email dari orang-orang yang pernah berhubungan dengan masa lalu ku, terutama dalam dunia forum di dunia maya, saya terkejut sekaligus terpesona sendiri dengan kata-kata mereka, tentang bagaimana saya berbakat dalam menulis, tulisan saya bisa mempengaruhi orang lain meskipun menurutnya ke arah yang menyesatkan.

Email-email itu sudah 4 tahun yang lalu, balasan dari saya pun ternyata tidak kalah mengejutkan bagi diri saya sendiri. Kata-katanya begitu unik, penuh dengan kejutan-kejutan dan ledakan di dalamnya. Begitu segar, bebas, cerdas.

Kemanakah kemampuan itu sekarang ini, kenapa seperti hilang tak berbekas?

Di masa-masa sekarang ini saya banyak menulis tulisan fiksi, sesuatu yang empat tahun yang lalu justru jarang saya lakukan. Apakah ini pengaruhnya?

Dalam masa-masa penulisan fiksi ini ada beberapa yang memuji, duh saya perhatian benar ya dengan pujian-pujian itu.

Mungkin karena saya butuh arah, pujian-pujian itu seperti menunjukkan dukungan bahwa dunia tulis menulis adalah dunia saya.

Tapi belakangan ini, tulisan saya seperti tidak berkembang, atau bahkan seperti mati di jalan.

Tidak ada kejutan, hanya barisan kata-kata karena sebuah keharusan.

Keharusan harus produktif, keharusan harus menghasilkan.

Keharusan untuk mendapatkan pujian yang semu itu, dan terlena setelah nya lalu menulis yang itu-itu saja, tanpa kemajuan yang mampu dibanggakan sekaligus dapat menghidupi anak isteri.

Ada saran dari beberapa teman untuk mencoba menyerahkan tulisan-tulisan ku ke media massa, menjadi wartawan misalnya, tapi sepertinya juga saya tidak tahu mesti memulainya dari mana, kalau bicara masalah menulis fakta, sebuah ulasan mengenai peristiwa dari sebuah fakta atau fenomena, saya tidak cukup percaya diri, sekali lagi, tidak seperti empat tahun yang lalu.

Kalau sekedar melemparkan opini, saya sudah tidak punya ide segar lagi bertahun-tahun, bahkan saya berada pada titik jenuh bahwa tulisan saya itu hanya sebatas omong kosong belaka, tulisan yang secara teori bisa diakui, tapi tidak bisa mempengaruhi apa pun.

Hah! Hari ini hanya mencoba melepaskan ganjalan di hati yang mengganggu selama ini.

Tapi tidak yakin bakal menghilangkan ganjalan itu.

Fuckj!!!!!!!!

Oleh: Redo Rizaldi | April 30, 2009

Selamat Tinggal Pak :D

Selamat tinggal pak Harwanto Dahlan, Dosen favorit ku, dengan segala lelucon dan wawasannya.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori